Pencarian

BSI Siapkan Buyback Rp 500 Miliar, Free Float BRIS Baru 9,33%

Kamis, 29 Oktober 2026 • 08:18:31 WIB
BSI Siapkan Buyback Rp 500 Miliar, Free Float BRIS Baru 9,33%
Ilustrasi: Gedung kantor pusat PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS).

ACEH — PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) mengalokasikan dana maksimal Rp 500 miliar untuk membeli kembali saham perseroan di Bursa Efek Indonesia. Aksi korporasi berlangsung 27 Oktober 2026 hingga 26 Januari 2027, memakai kas internal. Langkah ini muncul saat porsi saham publik BRIS baru 9,33%, jauh di bawah ambang minimum yang diminta OJK.

Rencana pembelian kembali saham BSI tertuang dalam keterbukaan informasi perseroan. Manajemen menyatakan buyback bisa dijalankan bertahap maupun sekaligus, dengan nilai yang sudah mencakup biaya transaksi dan biaya lain yang timbul dari pelaksanaan aksi tersebut.

“Perkiraan jumlah nilai Buyback sebesar-besarnya Rp 500 miliar termasuk biaya transaksi, dan biaya lainnya yang timbul sehubungan dengan pelaksanaan Pembelian Kembali Saham,” demikian dikutip dari keterbukaan informasi perseroan, Kamis (29/10).

Pemicu: Fluktuasi Pasar 2026 dan Surat OJK

Manajemen BRIS beralasan kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan sepanjang 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sendiri telah mengeluarkan Surat Nomor S-112/D.04/2026 yang menjadi dasar pelaksanaan buyback dalam kondisi pasar tersebut.

Perseroan menegaskan buyback tidak akan berdampak negatif material terhadap kegiatan usaha. Modal dan arus kas dinilai cukup, sehingga laba rugi diperkirakan tetap sejalan dengan target perseroan. Komitmen likuiditas dan permodalan itu disebut tetap dijaga selama periode pembelian kembali.

Free Float 9,33%, Jauh di Bawah Ambang OJK

Porsi saham BRIS yang beredar di publik tercatat 9,33%. Angka itu masih jauh dari batas minimal 12,5% yang diminta OJK bagi emiten di BEI, dengan tenggat Maret 2027.

Aturan berikutnya menaikkan ambang free float menjadi 15%. Untuk emiten berkapitalisasi di atas Rp 5 triliun, ketentuan itu berlaku mulai Maret 2028. Adapun emiten dengan kapitalisasi di bawah Rp 5 triliun mendapat tenggat hingga Maret 2029.

Siapa Pemegang Saham BRIS Saat Ini

Struktur kepemilikan BSI masih dikuasai tiga bank pelat merah. Berikut rinciannya:

  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk: 51,47%
  • PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk: 23,24%
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk: 15,17%
  • Employees Provident Fund Board: 1,15%

Empat pemegang saham tersebut secara kolektif menguasai 91,03% saham BRIS. Sisanya, sekitar 8,97%, tersebar di investor publik dan pasar.

Apa Artinya bagi Investor BRIS

Buyback biasanya dipandang sebagai sinyal kepercayaan manajemen terhadap valuasi saham. Efeknya bisa memperkuat harga di pasar, terutama ketika jumlah saham beredar menyusut sehingga laba per saham (EPS) berpotensi terangkat secara teknis.

Namun skala Rp 500 miliar perlu dibandingkan dengan kapitalisasi pasar BRIS yang jauh lebih besar. Aksi ini lebih tepat dibaca sebagai upaya menjaga stabilitas harga di tengah volatilitas, bukan pengungkit kinerja yang signifikan.

Bagi pemegang saham publik, buyback tidak otomatis menaikkan free float. Justru sebaliknya, pembelian kembali saham oleh perseroan bisa mengurangi jumlah saham beredar. Karena itu, pemenuhan ambang 12,5% pada Maret 2027 tetap menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi BSI.

Jalan Menuju Free Float 12,5%

Ada beberapa opsi yang lazim ditempuh emiten untuk menaikkan free float, mulai dari penerbitan saham baru, pelepasan porsi pemegang saham pengendali, hingga right issue. Sampai kini, BSI belum mengungkap skema mana yang akan dipakai untuk memenuhi ketentuan OJK.

Yang jelas, tenggat Maret 2027 memberi ruang sekitar lima bulan bagi perseroan untuk menyiapkan langkah. Pelaku pasar akan mencermati apakah buyback Rp 500 miliar ini berjalan paralel dengan rencana penambahan porsi saham publik, atau justru menjadi langkah awal sebelum aksi korporasi yang lebih besar.

Follow porosaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks