LANGSA — Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Azanuddin Kurnia menyampaikan bahwa ketahanan pangan merupakan pilar penting pembangunan daerah. Ketersediaan pangan yang cukup, aman, dan terjangkau harus dijaga melalui kerja sama pemerintah, petani, penyuluh, kelompok tani, serta seluruh pemangku kepentingan.
Bencana hidrometeorologi pada 26 November 2025 memberi dampak serius terhadap sektor pertanian Aceh. Sekitar 57.107 hektare lahan sawah terdampak, sehingga pemulihan lahan dan peningkatan kembali produksi pertanian menjadi tantangan bersama.
Bantuan Benih hingga Pupuk untuk Lahan Terdampak Banjir
Pemerintah pusat menyalurkan bantuan benih padi, jagung, dan kedelai, optimasi lahan, rehabilitasi dan rekonstruksi lahan pertanian, alat dan mesin pertanian, serta pupuk bersubsidi. Dukungan serupa diberikan pada sektor perkebunan dan hortikultura guna memulihkan perekonomian masyarakat.
Pemerintah Aceh mengalokasikan pengembangan kawasan padi seluas 14.715 hektare dan kawasan jagung 970 hektare. Khusus Kota Langsa, Direktorat Serealia mengalokasikan bantuan benih padi untuk lahan seluas 1.025 hektare yang terdampak banjir.
Di lokasi panen raya, dukungan yang telah diberikan meliputi optimasi lahan sawah 73,47 hektare, benih padi 2.625 kilogram, pupuk urea 11.888 kilogram, pupuk NPK 18.680 kilogram, serta pupuk MG 7.500 kilogram. Petani juga menerima bantuan benih mentimun dan pupuk anorganik untuk tanaman hortikultura, plus penyerahan simbolis dua unit hand sprayer.
Program pemulihan lain yang telah selesai mencakup tiga unit irigasi perpompaan dan satu unit rehabilitasi jaringan irigasi tersier. Bantuan itu diharapkan meningkatkan ketersediaan air, mendukung produktivitas lahan, dan menjaga keberlanjutan usaha tani masyarakat.
Luas Tanam Padi Langsa 1.872 Hektare, Lampaui Target 1.556 Hektare
Capaian luas tanam padi Kota Langsa pada 2026 mencapai 1.872 hektare, melampaui target 1.556 hektare. Prestasi itu turut mengantarkan Kota Langsa memperoleh penghargaan dalam Workshop Sasaran Indikatif Tanaman Tahun 2027 di Banda Aceh pada 12 Oktober 2026.
Azanuddin menilai capaian tersebut membuktikan keterbatasan luas wilayah pertanian bukan penghalang untuk menghasilkan prestasi. Menurutnya, kerja keras, kolaborasi, dan pengelolaan pertanian yang baik menjadi kunci di balik hasil itu.
Wali Kota Langsa Sebut Panen Raya Jadi Simbol Ketahanan Pangan
Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S. Putra menyampaikan apresiasi kepada para petani, penyuluh pertanian, serta seluruh pihak yang berkontribusi memperkuat ketahanan pangan di Kota Langsa. Ia menegaskan pemulihan lahan persawahan terdampak bencana dan dukungan bantuan benih padi dari Kementerian Pertanian menjadi bagian penting dalam mengembalikan produktivitas pertanian masyarakat.
Keberhasilan panen raya itu, kata Jeffry, tidak terlepas dari peran nyata penyuluh pertanian di lapangan serta komitmen Pemerintah Kota Langsa melalui Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPPKP) dalam mendukung sarana dan prasarana pertanian. Pendampingan langsung kepada petani juga dilakukan selama proses pemulihan pascabencana.
"Panen raya ini menjadi simbol ketahanan pangan lokal dan nasional. Kita berharap momentum ini menjadi motivasi bagi seluruh pihak untuk terus mendukung program swasembada pangan berkelanjutan," ujarnya.
Pemerintah Kota Langsa akan terus mengupayakan dukungan dari pemerintah provinsi maupun pusat, terutama untuk pemulihan lahan persawahan dan penyediaan sarana pengairan. Upaya tersebut diharapkan mencegah kekeringan pada musim tanam mendatang serta memperkuat kemandirian pangan Kota Langsa.
Plt. Kepala DPPKP Kota Langsa Sopian dalam laporannya menyampaikan bahwa Gerakan Panen Raya Padi dilaksanakan selama satu hari dengan peserta terdiri atas anggota kelompok tani dan aparatur terkait.