ACEH — Rajendra Daffa Al Basith dan Suciati Aqueena Ayu menyumbang dua gelar juara bagi Indonesia di U17 Circuit International Badminton Tournament Luksemburg, 23–25 Oktober 2026. Suciati menutup turnamen dengan kemenangan dua gim langsung atas wakil Jerman di final tunggal putri.
Dua gelar itu lahir dari nomor ganda campuran dan tunggal putri. Keduanya atlet Tim U17 PBSI Jakarta Selatan, dengan keberangkatan yang difasilitasi KBRI Brussel sejak 12 Oktober 2026.
Ganda Campuran Tak Kehilangan Satu Gim pun di Fase Gugur
Pasangan Indonesia membuka jalan ke final dengan menghentikan wakil Belgia di semifinal, 21-14 dan 21-19. Tiket juara kemudian dikunci lewat kemenangan atas pasangan Irlandia, 21-8 dan 21-18.
Selisih angka di final menunjukkan tekanan yang nyaris tidak pernah lepas. Pasangan Irlandia hanya mampu menambah 26 poin dari dua gim.
Suciati Dua Kali Menundukkan Lawan Irlandia dan Jerman
Di sektor tunggal putri, Suciati lebih dulu menyingkirkan wakil Irlandia pada semifinal dengan skor 21-11 dan 21-19. Partai puncak melawan atlet Jerman berakhir 21-13 dan 21-16.
Dua kemenangan dua gim langsung dalam sehari menandakan kondisi fisik Suciati tetap terjaga hingga laga terakhir. Ia tidak memberi satu pun gim kepada lawan di fase gugur.
Sembilan Negara Ikut, Ajang Uji Mental Atlet Muda
Turnamen di Coque, Luksemburg, diikuti atlet dari sembilan negara: Jerman, Belgia, Swiss, Belanda, Irlandia, Inggris, Prancis, Ceko, dan Luksemburg. Indonesia menjadi salah satu kekuatan yang menonjol di dua nomor.
Bagi atlet U17, menghadapi sembilan federasi berbeda dalam satu pekan memberi pengalaman yang tak mudah didapat di kompetisi domestik. Format ini menguji adaptasi terhadap gaya permainan Eropa yang mengandalkan reli panjang.
Dukungan KBRI Brussel dan Arah Pembinaan Yunior
Keberangkatan Tim U17 PBSI Jakarta Selatan difasilitasi KBRI Brussel. Dukungan itu disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan olahraga nasional dan mendorong lebih banyak atlet muda berprestasi di tingkat internasional.
Dua gelar dari Luksemburg menjadi sinyal bahwa jalur pembinaan usia dini PBSI Jakarta Selatan berjalan sesuai target. Hasil ini juga menjadi modal menghadapi turnamen yunior berikutnya di Eropa.