BANDA ACEH — Dari 17 komoditas yang dipantau SP2KP Kemendag di Aceh, sepuluh komoditas tercatat stagnan, tiga naik, dan empat turun dibandingkan harga sehari sebelumnya. Bawang merah dan gula pasir curah ikut menguat tipis, masing-masing 0,5 persen dan 0,23 persen.
Kelompok beras dan minyak goreng curah bergerak ke arah sebaliknya. Beras SPHP Bulog turun 0,14 persen, minyak goreng sawit curah turun 0,2 persen, dan telur ayam ras turun 0,13 persen.
Cabai Merah Keriting Sentuh Rp65.675 per Kg
Cabai merah keriting menjadi komoditas dengan kenaikan nominal paling besar di pasar Aceh. Harga bergerak Rp738 menjadi Rp65.675 per kilogram, level tertinggi di antara seluruh komoditas yang dipantau.
Dua varian cabai lain justru bertahan. Cabai merah besar tetap di Rp62.214 per kilogram dan cabai rawit merah tetap Rp61.100 per kilogram.
Bawang merah naik 0,5 persen ke Rp27.364 per kilogram. Gula pasir curah menguat 0,23 persen menjadi Rp19.936 per kilogram.
Daging Ayam Ras Turun ke Rp37.148 per Kg
Daging ayam ras mencatat penurunan paling dalam secara nominal, turun Rp174 menjadi Rp37.148 per kilogram. Koreksi 0,47 persen itu terjadi setelah harga komoditas ini bertahan di level atas dalam beberapa waktu terakhir.
Beras SPHP Bulog turun 0,14 persen ke Rp12.827 per kilogram. Minyak goreng sawit curah turun 0,2 persen menjadi Rp19.163 per liter, sedangkan telur ayam ras turun 0,13 persen ke Rp26.203 per kilogram.
Sepuluh Komoditas Stagnan, Daging Sapi Masih Termahal
Daging sapi paha belakang tetap menjadi komoditas termahal di daftar, yakni Rp161.477 per kilogram tanpa perubahan harga. Beras premium bertahan Rp16.226 per kilogram dan beras medium Rp14.808 per kilogram.
Sejumlah kebutuhan pokok lain juga tidak bergerak. Bawang putih Honan tetap Rp34.325 per kilogram, minyak goreng sawit kemasan premium Rp24.333 per liter, Minyakita Rp15.700 per liter, kedelai impor Rp14.618 per kilogram, dan tepung terigu Rp13.887 per kilogram.
Data SP2KP dihimpun dari pemantauan pasar harian di daerah dan menjadi rujukan pemerintah pusat maupun pemda dalam membaca pergerakan harga kebutuhan pokok. Pemantauan mencakup harga di tingkat pedagang pasar, bukan harga eceran di ritel modern.