Pencarian

Pertamina Patra Niaga Tambah 72 Tangki Atasi Antrean BBM di 3 Wilayah

Rabu, 28 Oktober 2026 • 10:48:01 WIB
Pertamina Patra Niaga Tambah 72 Tangki Atasi Antrean BBM di 3 Wilayah
Mobil tangki bahan bakar melintas di jalan raya untuk mempercepat distribusi BBM ke sejumlah SPBU.

ACEH — PT Pertamina Patra Niaga menambah 72 mobil tangki berkapasitas total 1.704 kiloliter untuk mempercepat distribusi BBM di Jawa Timur, Sulawesi Utara, dan Lampung. Penambahan armada dilakukan setelah antrean panjang di sejumlah SPBU dipicu lonjakan permintaan, jarak tempuh pengiriman, dan kondisi medan yang sulit. Antrean di Bali, Jawa Timur, dan Sulawesi Utara dilaporkan mulai terkendali sejak Selasa (27/10/2026).

Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyatakan setiap daerah punya persoalan distribusi yang tidak sama. Faktor pemicunya beragam: permintaan yang melonjak, jarak tempuh pengiriman yang panjang, medan sulit, hingga akses kapal yang terbatas menuju terminal tertentu.

Karena itu, penanganan tidak bisa diseragamkan. Pertamina menyesuaikan langkah dengan kondisi lapangan, mulai dari mengalihkan pasokan dari terminal penyangga, mempercepat pengiriman, sampai berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat terkait.

Antrean Mulai Surut di Sejumlah Daerah

Pemantauan operasional pada Selasa (27/10/2026) menunjukkan antrean di Bali, Jawa Timur, dan Sulawesi Utara sudah kembali terkendali. Lampung dan Gorontalo juga mencatat penurunan antrean, meski keduanya masih mendapat pengawasan ketat.

Pertamina belum mencabut penguatan operasional di dua wilayah itu. Pasokan dan kondisi SPBU dipantau berkala agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Rincian Tambahan Armada per Wilayah

Di Jawa Timur, Pertamina menambah 41 mobil tangki lewat skema spot charter dengan kapasitas total 1.184 kiloliter. Sejumlah terminal BBM dioperasikan 24 jam, dan pelayanan di 17 SPBU yang buka sepanjang hari dioptimalkan untuk mempercepat penanganan antrean.

Sulawesi Utara mendapat tambahan 11 mobil tangki berkapasitas 200 kiloliter. Integrated Terminal Bitung diperpanjang masa operasinya menjadi 24 jam guna mempercepat penyaluran BBM ke SPBU.

Untuk Lampung, Pertamina menambah 20 mobil tangki berkapasitas 320 kiloliter. Perusahaan juga mengalihkan pasokan 120 kiloliter dari Integrated Terminal Palembang untuk memperkuat ketersediaan BBM di wilayah tersebut.

Pasokan Diatur Sesuai Kebutuhan Lapangan

Secara nasional, pengiriman diprioritaskan ke SPBU yang butuh percepatan pasokan. Jadwal mobil tangki disusun mengikuti kebutuhan dan kondisi masing-masing wilayah, dengan opsi pengalihan pasokan dari terminal penyangga bila diperlukan.

Pemantauan tidak berhenti di terminal. Pertamina mengawal distribusi hingga BBM diterima dan dibongkar di SPBU, sekaligus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan penegak hukum untuk mengatur antrean.

"Pertamina Patra Niaga terus mengintensifkan penyaluran BBM melalui penguatan pasokan, optimalisasi armada, dan pengaturan distribusi sesuai kebutuhan di lapangan," kata Kitty.

Perusahaan juga meminta masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan menghindari pembelian berlebihan. Imbauan itu menyusul lonjakan permintaan yang ikut memperparah antrean di sejumlah daerah.

Langkah Pertamina Patra Niaga mencerminkan pola khas distribusi BBM di pasar kepulauan: pasokan di terminal umumnya cukup, tetapi hambatan justru muncul di rantai pengiriman terakhir. Kecepatan penambahan armada dan perpanjangan jam operasional terminal menjadi penentu seberapa cepat antrean di SPBU kembali normal.

Follow porosaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekonomi.republika.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks