Pencarian

Normalisasi 1.670 Meter Sungai di Lamongan Jadi Andalan Atasi Kekeringan 539 Hektare Sawah

Rabu, 26 Agustus 2026 • 21:06:42 WIB
Normalisasi 1.670 Meter Sungai di Lamongan Jadi Andalan Atasi Kekeringan 539 Hektare Sawah
Normalisasi 1.670 Meter Sungai di Lamongan Jadi Andalan Atasi Kekeringan 539 Hektare Sawah

Jakarta – Sebanyak 1.670 meter alur sungai telah dinormalisasi dan dibuka di Daerah Irigasi (DI) Bengawan Jero, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, sebagai langkah konkret Menpercepat penanganan kekeringan yang melanda areal persawahan. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, mengerahkan sejumlah alat berat dan pompa untuk mendistribusikan air ke jaringan irigasi pada Minggu (23/8).

Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan, pihaknya terus memperkuat kesiapsiagaan dan respons terhadap dampak kekeringan, termasuk lewat optimalisasi sumber daya air yang tersedia untuk menjaga keberlanjutan layanan irigasi bagi masyarakat. Air disebutnya sebagai fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan.

“Air merupakan fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu, termasuk dengan mengoptimalkan infrastruktur sumber daya air agar air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Menteri Dody.

Penanganan kekeringan di DI Bengawan Jero ini berfokus pada normalisasi Sungai Deket atau anak Sungai Blawi, Sungai Corong, dan Sungai Malang. Pembukaan alur sungai tersebut bertujuan memperlancar aliran dari Sungai Blawi agar bisa dipompa menuju jaringan irigasi, sehingga areal persawahan di Desa Soko, Kecamatan Glagah, serta Desa Ketapangtelu, Kecamatan Karangbinangun, Kabupaten Lamongan, mendapatkan pasokan air.

Sebanyak 3 unit excavator amphibi dikerahkan untuk menormalisasi aliran Sungai Deket, dan dioperasikan bersamaan dengan 1 unit excavator amphibi milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dengan pengerahan itu, total pembuatan alur air dan normalisasi sungai secara kumulatif telah mencapai sekitar 1.670 meter.

Untuk mendongkrak debit air, Kementerian PU juga memobilisasi 2 unit mobile pump ke Pintu Melik II, serta 3 unit pompa Alkon berukuran 6 inci dan 3 unit berukuran 3 inci. Sumber air untuk pemompaan diambil dari Sungai Blawi dan Sungai Bengawan Solo.

Kepala BBWS Bengawan Solo Gatut Bayuadji menyebut, upaya penanganan kekeringan akan terus dilanjutkan demi memastikan lahan persawahan tetap teraliri. Dengan begitu, produktivitas pertanian diharapkan tak berkurang dan mendukung swasembada pangan.

"Dari total areal persawahan seluas 539,80 hektare yang terdampak kekeringan di DI Bengawan Jero, hingga saat ini sekitar 426,80 hektare telah berhasil terairi. Saat ini, masih terdapat sekitar 113 hektare sawah di bagian hilir yang belum mendapatkan suplai air. Senin (24/8) pelaksanaan normalisasi Sungai Deket dan pemompaan air dari Sungai Bengawan Solo ke Sungai Blawi akan dilanjutkan kembali," jelas Gatut.

Lanjutnya, Kementerian PU akan meneruskan normalisasi Sungai Deket dan pemompaan air dari Sungai Bengawan Solo menuju Sungai Blawi. Berdasarkan permohonan Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air (IP3A), pembuatan alur sungai juga direncanakan berlanjut sepanjang sekitar 4 km untuk memperlancar distribusi air ke wilayah persawahan.

Melalui upaya tersebut, Kementerian PU berkomitmen memastikan infrastruktur sumber daya air tetap berfungsi optimal di tengah kekeringan, sekaligus menopang keberlanjutan layanan irigasi dalam mendukung program swasembada pangan.

Follow porosaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Terkini

Indeks