Pencarian

Direktur Penais Kemenag RI Hadiri Peringatan Hari Santri di Pesantren Al Zahrah Bireuen

Sabtu, 24 Oktober 2026 • 10:45:31 WIB
Direktur Penais Kemenag RI Hadiri Peringatan Hari Santri di Pesantren Al Zahrah Bireuen
Rombongan Direktur Penais Kemenag RI tiba di Aula Pesantren Modern Al Zahrah Bireuen dan disambut jajaran pimpinan pesantren, majelis guru, serta santri.

BIREUEN — Rombongan Direktur Penais tiba di Aula Pesantren Modern Al Zahrah sekitar pukul 17.15 WIB. Kedatangan Muchlis disambut jajaran pimpinan pesantren, majelis guru, dan santri yang telah menunggu di aula.

Pimpinan Pesantren Modern Al Zahrah, Dr. Tgk. H. M. Fadhil Rahmi, membuka sambutan dengan rasa syukur atas kehadiran tamu dari Jakarta. Ia menyebut kunjungan itu sebagai momentum bersejarah bagi lembaga yang dipimpinnya.

"Alhamdulillah, selamat datang di Pesantren Modern Al Zahrah," ujar Dr. Fadhil seraya mempersilakan Muchlis duduk di sofa terdepan.

Nostalgia Muchlis pada Empat Puluh Tahun Silam

Di hadapan santri dan majelis guru, Muchlis menuturkan pengalamannya nyantri di Pondok Modern Darussalam Gontor. Ia mengaku wajah-wajah ceria para santri Al Zahrah mengingatkannya pada masa belajarnya dulu.

"Wajah-wajah ceria seperti adik-adik ini mengingatkan saya pada sejarah empat puluh tahun silam," kata pria yang pernah menjabat Kepala Lajnah Al-Qur'an, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama itu.

Muchlis menilai pendidikan pesantren membentuk karakter dan mewarnai perjalanan hidupnya hingga kini. Ia bercerita pernah "dibuang jauh-jauh dari kampung halaman" untuk belajar di Gontor.

"Saya dibuang jauh-jauh dari kampung halaman untuk belajar di Gontor. Dengan suasana seperti itu harus menjadi diri sendiri yang terbaik, belajar mandiri. Itulah yang menjadi modal untuk masa depan," ungkap penerjemah Raja Salman untuk Presiden RI di era Presiden Jokowi tersebut.

Disiplin Santri Dinilai Berbeda dari Anak di Luar Pesantren

Menurut Muchlis, menjadi santri adalah kesempatan berharga untuk belajar disiplin. Ia menilai anak-anak di luar pesantren cenderung lebih mudah terpengaruh lingkungan.

Dalam momentum Hari Santri, Muchlis juga menyinggung kemuliaan profesi pendidik. Ia mencontohkan setingkat Grand Syaikh Al-Azhar yang masih berkeinginan kuat mengajar bila ada kesempatan.

"Kami mengetahui, setingkat Grand Syaikh Al-Azhar saja masih berkeinginan kuat untuk mengajar jika masih ada kesempatan," sebutnya.

Al Zahrah Minta Bimbingan untuk Pengembangan Pesantren

Dr. Fadhil Rahmi menyampaikan apresiasi atas kehadiran Direktur Penais. Ia berharap kunjungan singkat itu menambah semangat baru bagi santri dan para pengajar Al Zahrah.

"Merupakan sebuah kehormatan dan momentum sejarah bagi Al Zahrah dengan hadirnya tamu terhormat dan istimewa dari Jakarta. Walaupun sejenak, semoga dapat menambah semangat baru bagi santri dan pengajar. Mohon bimbingan dan arahannya untuk kami," pintanya di hadapan Direktur Penais.

Peringatan Hari Santri di Pesantren Modern Al Zahrah turut dihadiri Kabid Penais Zawa Kanwil Kemenag Provinsi Aceh Dr. Zulfikar, Sekretaris Pesantren Pramono, Direktur Kepengasuhan Zainal Adha, Wakil Kepengasuhan Rizkiyani, Wakil Direktur KMI Hanif Abdullah, dan Ketua ALC Ikhwan Ramadhana.

Follow porosaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kabarbireuen.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks