Pencarian

Pameran Foto Bencana "Prahara Pulau Emas" di Medan Hadirkan Ratusan Dokumentasi Banjir Aceh-Sumbar, Wali Kota Apresiasi Dedikasi Pewarta Foto

Kamis, 27 Agustus 2026 • 00:10:02 WIB
Pameran Foto Bencana
Ratusan dokumentasi banjir Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dipamerkan dalam acara "Prahara Pulau Emas" di Plaza Medan Fair.

MEDAN — Pameran foto bertajuk "Prahara Pulau Emas" di Atrium Plaza Medan Fair menjadi ruang refleksi publik atas tragedi banjir besar 27 November 2025. Lewat ratusan gambar, pengunjung diajak menyusuri jejak duka dari Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat, termasuk Kota Medan yang ikut terdampak.

Penasihat Persatuan Pewarta Foto Indonesia (PFI), Dedi Nelson F, menyebut foto-foto yang dipajang mampu bercerita tanpa batas dan mengabarkan tanpa narasi.

"Sangat sedih hati ini melihat terjangan banjir akibat kerusakan alam yang semakin parah, tak terkendali oleh orang-orang yang tak peduli," ujarnya kepada media pada Rabu (26/8/2026).

Dedikasi Pewarta Foto di Tengah Musibah

Ketua Korwil PFI, Hendra Syamhari, menyampaikan pesan haru saat pembukaan pameran. Menurutnya, peristiwa bencana kemarin menjadi bukti nyata pengorbanan para fotografer jurnalis.

"Fotografer jurnalis terkadang melupakan dirinya sendiri, bahkan keluarga, anak dan istri, demi memberikan informasi secara luas kepada masyarakat. Seperti pada peristiwa bencana kemarin, mereka tetap di lapangan, basah, lapar, tapi terus memotret. Ini dedikasi," ungkapnya.

Ketua Panitia Pameran Foto "Prahara Pulau Emas", Irsan Mulyadi, menegaskan bahwa pameran ini tidak dimaksudkan untuk menebar ketakutan. Justru sebaliknya, ia ingin publik melihat fakta di lapangan agar lebih siap menghadapi potensi bencana.

"Kami ingin publik melihat fakta, dari Aceh ke Sumbar lalu ke Medan. Dari situ kita belajar bahwa bencana bisa datang kapan saja. Mari jadikan ini pengingat untuk lebih siap," ujar Irsan.

Kota Ketiga: Dari Sumbar dan Aceh ke Medan

Ketua PFI Medan, Rizky Cahyadi, menjelaskan bahwa Medan merupakan kota ketiga yang menjadi lokasi pameran ini. Sebelumnya, pameran serupa sukses digelar di Sumatera Barat dan Aceh.

"Harapannya setelah ini masyarakat semakin paham arti mitigasi dan kemanusiaan," tambahnya.

Di setiap sudut atrium, pengunjung disuguhi foto-foto evakuasi warga, rumah yang hanyut terbawa arus, dapur umum yang tetap beroperasi, hingga senyum para relawan yang tetap hadir di tengah tumpukan lumpur. Setiap karya dilengkapi narasi dan data kebencanaan, menjadikan pameran ini bukan sekadar penampilan gambar, melainkan ruang refleksi publik.

Wali Kota Medan Rico Triputra Waas yang hadir bersama sejumlah Kepala SKPD turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para penyelenggara dan pewarta foto yang telah mendokumentasikan peristiwa tersebut.

Pameran "Prahara Pulau Emas" diharapkan tidak hanya mengingatkan pada duka masa lalu, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana di masa mendatang. Pameran ini terbuka untuk umum dan gratis bagi seluruh pengunjung.

Follow porosaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: waspadaaceh.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks