IDI — Aril Ramdan (17), warga Gampong Pante Panah, meninggal dunia di lokasi kejadian setelah sambaran petir menghantam area lapangan saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut sekitar pukul 17.45 WIB. Peristiwa ini mengubah kemeriahan turnamen antar dusun menjadi kepanikan bagi warga yang menyaksikan pertandingan.
Dua pemain lain yang menjadi korban adalah Syawal Fazli (26) dan Halim Wahidin (22). Keduanya langsung dievakuasi warga ke RSUD dr. Zubir Mahmud untuk mendapatkan penanganan medis.
Korban Meninggal di Tempat, Dua Lainnya Dirawat Intensif
Camat Pante Bidari, Darkasyi, membenarkan kejadian nahas tersebut. Ia menyebut Aril Ramdan masih berusia remaja dan menjadi korban tewas dalam musibah yang terjadi di tengah pertandingan tersebut.
"Aril masih remaja, dia menjadi korban dalam kejadian malang itu," kata Darkasyi, Selasa (25/8/2026).
Hingga Selasa kemarin, Syawal Fazli dan Halim Wahidin masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Zubir Mahmud. Kondisi keduanya dilaporkan kritis akibat sambaran petir yang tidak dapat mereka hindari.
Cuaca Buruk Mendadak, Sambaran Petir Menghantam Lapangan
Pertandingan antar tim dusun di Gampong Pante Panah berjalan normal sejak siang hingga sore hari. Namun kondisi berubah drastis ketika awan gelap menutupi seluruh langit gampong dan hujan disertai petir turun dengan cepat.
Sambaran petir secara acak kemudian menghantam area lapangan hijau dan langsung mengenai ketiga pemain. Suasana pertandingan yang semula ramai berubah menjadi panik, warga yang menyaksikan langsung bahu-membahu membantu proses evakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat.
Imbauan Keselamatan Saat Cuaca Ekstrem
Peristiwa ini menjadi pengingat akan bahaya aktivitas di lapangan terbuka saat cuaca ekstrem melanda. Sambaran petir kerap terjadi secara tiba-tiba di wilayah pesisir timur Aceh ketika hujan deras disertai angin kencang memasuki wilayah tersebut pada sore hari.
Masyarakat diimbau untuk segera menghentikan aktivitas di area terbuka seperti lapangan olahraga, sawah, atau pantai ketika mendengar guntur atau melihat kilat, serta mencari perlindungan di bangunan yang aman hingga cuaca membaik.