ACEH — Kompetisi esports tingkat pelajar di Kota Pasuruan mendapat suntikan semangat baru. Turnamen Free Fire yang mempertemukan 200 pelajar dalam mode Clash Squad ini dibuka langsung oleh Sekretaris DPC Partai Demokrat Kota Pasuruan, Hardi Setiawan, mewakili ketua partai yang berhalangan hadir.
Kehadiran 48 tim tanpa absensi sejak pagi menunjukkan antusiasme pelajar terhadap ruang kompetisi yang sehat. Turnamen ini juga dipantau langsung oleh Ketua Esports Indonesia (ESI) Kota Pasuruan, Muhammad Safran, beserta jajaran pengurus DPC Partai Demokrat setempat.
Mengapa Turnamen Offline Penting bagi Pelajar?
Muhammad Safran menegaskan bahwa atmosfer pertandingan langsung memberikan gemblengan mental yang tidak bisa didapatkan saat bermain di rumah. Menurutnya, turnamen offline menjadi ajang mengasah mental, kerja tim, dan kemampuan micro-game secara langsung.
"Turnamen offline ini menjadi ajang bagi para pelajar untuk mengasah mental, kerja tim dan kemampuan micro-game secara langsung, lebih dari sekadar bermain di rumah. Termasuk, menjaring bibit-bibit atlet esports profesional untuk mengharumkan nama Kota Pasuruan," tegas Safran.
ESI Kota Pasuruan memanfaatkan momen ini untuk meneropong talenta-talenta unggul. Diharapkan, dari turnamen ini lahir atlet Free Fire berbakat yang kelak siap membela Kota Pasuruan di ajang regional maupun nasional.
Investasi Jangka Panjang untuk Generasi Digital
Hardi Setiawan, sapaan akrabnya Sleep, menyebut dukungan terhadap kompetisi pelajar ini bukan sekadar menggelar acara hiburan. Pihaknya memandang ajang ini sebagai investasi jangka panjang dalam pembentukan karakter anak muda di era digital.
"Sesuai dengan komitmen kami, 'Muda, Sportif, Berprestasi dan Bersetia untuk Bangsa', ajang ini menjadi wadah positif bagi para pelajar untuk mengasah kedisiplinan, strategi, dan kerja sama tim secara sportif," ujar Sleep.
Lebih lanjut, Sleep menjelaskan bahwa iklim kompetisi yang sehat melatih pelajar memiliki jiwa sportivitas, daya pikir analitis di bawah tekanan, hingga soliditas tim. Keterampilan ini dinilai penting dan dibutuhkan di era digital saat ini.
Akses Gratis untuk Semua Pelajar
Istimewanya, turnamen ini diselenggarakan secara sepenuhnya gratis tanpa memungut biaya pendaftaran. Langkah ini diambil untuk memberikan akses seluas-luasnya bagi seluruh pelajar Kota Pasuruan untuk unjuk gigi di panggung olahraga digital.
"Komitmen ini diambil untuk memberikan akses seluas-luasnya bagi seluruh pelajar Kota Pasuruan untuk unjuk gigi dan berprestasi di panggung olahraga digital," urai Safran.
Dengan adanya turnamen semacam ini, ekosistem esports di daerah diharapkan semakin tumbuh. Bukan tidak mungkin, dari ajang lokal seperti inilah lahir pemain profesional Indonesia berikutnya yang bisa bersaing di kancah nasional maupun internasional.