ACEH — Itel kembali menyerang segmen entry-level dengan Power 80, ponsel yang mengusung jargon "power" lewat kapasitas baterai besar dan ketahanan bodi. Kami mengkaji spesifikasi resmi yang dirilis untuk pasar Indonesia, membandingkannya dengan ekspektasi konsumen di kelas harga Rp2,4 jutaan, serta menyoroti kompromi yang harus Anda terima.
Desain: Gaya iPhone 17 Pro dengan Sentuhan Khas Itel
Bagian paling mencolok dari Power 80 adalah modul kamera belakangnya. Itel mendesain housing berbentuk kotak dengan tiga lingkaran besar, dua lensa sejajar di atas dan satu di bawah—pola yang mengingatkan pada bocoran desain iPhone 17 Pro. Hasilnya, kesan visual ponsel ini terlihat lebih mahal dari banderolnya.
Material bodi diklaim tangguh, namun perlu dicatat bahwa ini masih klaim pabrikan. Untuk daya tahan jangka panjang, kami menyarankan menunggu hasil uji gores dan jatuh dari reviewer lokal sebelum menyimpulkan seberapa "super tangguh" bodinya.
Layar 120 Hz: Mulus, Tapi Resolusinya Masih HD+
Itel membekali Power 80 dengan layar 6,78 inci beresolusi HD+ dan refresh rate 120 Hz. Kombinasi ini menarik untuk scrolling media sosial yang terasa mulus, tetapi kepadatan pikselnya berada di bawah standar ponsel sekelas yang sudah banyak memakai panel FHD+.
Konsekuensinya, teks dan video akan terlihat kurang tajam, terutama jika Anda terbiasa dengan layar 1080p. Bagi pengguna yang lebih mengutamakan kejernihan dibandingkan kefasihan animasi, ini adalah kompromi yang cukup besar.
Baterai Raksasa: Daya Tahan Jadi Andalan Utama
Keunggulan utama Power 80 ada pada baterai berkapasitas jumbo. Dengan angka yang belum kami ketahui persis dari bahan resmi, klaim "baterai raksasa" dari Itel biasanya berarti kapasitas di atas 5.000 mAh. Ini menjanjikan pemakaian sehari penuh untuk aktivitas normal seperti chatting, streaming, dan navigasi.
Namun, kami belum bisa memverifikasi kecepatan charging dan waktu pengisian penuh. Untuk kategori ini, kami menunggu data real-world dari pengujian langsung—bukan sekadar klaim marketing—untuk memastikan baterai besar tidak diimbangi charger yang lambat.
Performa dan Target Pasar: Siapa yang Cocok?
Dengan harga Rp2.399.000, Itel Power 80 jelas menyasar pengguna yang butuh ponsel dengan daya tahan luar biasa dan tampilan premium, bukan performa gaming berat. Ponsel ini cocok untuk pekerja lapangan, pengguna yang sering bepergian jauh dari stopkontak, atau mereka yang ingin ponsel kedua dengan baterai awet.
Kelas ini juga dihuni kompetitor seperti Infinix dan Tecno yang menawarkan layar FHD+ atau chipset lebih kencang di harga serupa. Jika prioritas Anda adalah multitasking berat atau gaming, Power 80 mungkin bukan pilihan terbaik.
Kelebihan dan Kekurangan Itel Power 80
- Kelebihan: Desain premium ala iPhone 17 Pro, refresh rate 120 Hz untuk scrolling mulus, baterai berkapasitas besar, harga terjangkau di bawah Rp2,5 juta.
- Kekurangan: Resolusi layar masih HD+ di era FHD+ sudah standar, performa chipset belum teruji untuk gaming berat, detail kapasitas baterai dan kecepatan charging belum diumumkan resmi.
Verdict: Menarik untuk Prioritas Baterai, Bukan Layar
Itel Power 80 adalah pilihan rasional jika kebutuhan utama Anda adalah daya tahan baterai dan tampilan yang tidak malu-malu. Namun, calon pembeli harus siap menerima kompromi pada ketajaman layar dan performa.
Kami menyarankan menunggu review hands-on dari tim lokal seperti Jagat Review atau GadgetIn untuk menguji ketahanan bodi dan efisiensi baterai secara nyata sebelum mengeluarkan uang. Untuk saat ini, Power 80 layak masuk daftar tunggu, tetapi bukan tanpa catatan.