ACEH — PWI Kabupaten Tuban sengaja membuka turnamen esport tahunannya untuk umum tanpa batasan wilayah pada Season III kali ini. Langkah ini diambil agar atlet esport lokal tidak berpuas diri sebagai jagoan kandang dan terbiasa menghadapi tekanan dari tim luar daerah.
Deposit Dikembalikan, Kuota Terbatas untuk 64 Tim
Panitia membatasi pendaftaran hanya untuk 32 tim Mobile Legends: Bang Bang dan 32 tim PUBG Mobile. Dengan sistem gratis berdeposit, setiap tim wajib menyetor Rp 50 ribu yang akan dikembalikan 100 persen setelah menyelesaikan seluruh pertandingan.
Babak kualifikasi akan berlangsung secara online pada 18 September 2026, sementara grand final digelar offline di Gedung DPRD Kabupaten Tuban pada 20 September 2026. Pendaftaran sudah dibuka melalui formulir daring resmi PWI Tuban Esport.
Kategori Umum Jadi Tolok Ukur Kualitas Tim Lokal
Mochamad Nur Rofiq selaku panitia pelaksana menegaskan bahwa keputusan membuka kategori umum adalah bagian dari pembuktian kualitas. "Kami tidak ingin atlet esport Tuban hanya jago di rumah sendiri. Lewat gelaran tahunan Season III ini, kami buka kategori umum agar persaingan makin kompetitif," ujarnya.
"Ini momentum tepat untuk membuktikan apakah tim lokal mampu bersaing dengan tim luar daerah atau justru gugur di awal," lanjut Rofiq dalam keterangan resminya.
Daftar Slot Game dan Kontak Pendaftaran
Turnamen ini mencakup dua game kompetitif utama yang memiliki basis pemain besar di Indonesia. Pendaftaran Mobile Legends: Bang Bang dapat dikonfirmasi melalui nomor 0822-6428-9148, sedangkan pendaftaran PUBG Mobile melalui 0899-8044-662.
Panitia mengimbau para kapten tim untuk segera mengamankan slot sebelum habis diperebutkan tim-tim dari luar daerah. Persaingan dipastikan ketat mengingat kuota yang terbatas untuk masing-masing game.
Jadwal Kualifikasi Online dan Grand Final Offline
Babak kualifikasi yang digelar online pada 18 September 2026 akan menyaring tim terbaik untuk melaju ke babak grand final. Seluruh rangkaian pertandingan puncak akan digelar secara offline di Gedung DPRD Kabupaten Tuban dua hari setelahnya.
Format hybrid ini memungkinkan tim dari luar Tuban tetap bisa berpartisipasi tanpa terkendala jarak pada tahap awal. Grand final offline menjadi ajang pembuktian sesungguhnya bagi tim yang lolos untuk tampil di hadapan penonton langsung.