TAKENGON — Rentetan pengungkapan kasus narkoba dalam sebulan terakhir menjadi catatan tersendiri bagi jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Aceh Tengah. Setelah membongkar dua jaringan sabu lintas kabupaten, kini giliran jaringan ganja yang mata rantainya membentang hingga empat kabupaten/kota di Aceh berhasil diungkap.
Kepala Perwakilan YARA Aceh Tengah–Bener Meriah, Muhammad Dahlan, menyampaikan penghargaan langsung kepada Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufiq dan Kasat Resnarkoba IPTU Bambang Pelis. Menurutnya, keberhasilan meringkus 10 tersangka dalam pengungkapan terbaru ini menunjukkan keseriusan aparat dalam melindungi masyarakat dari bahaya narkotika.
Jaringan Terhubung hingga Aceh Selatan
"Kinerja Kapolres dan Kasat Narkoba Polres Aceh Tengah beserta jajarannya sangat luar biasa dan patut diberikan apresiasi setinggi-tingginya. Pengungkapan jaringan lintas daerah hingga meringkus 10 tersangka menunjukkan keseriusan kepolisian dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkoba," tutur Dahlan di Takengon, Jumat (14/8/2026).
Jaringan yang dibongkar kali ini tidak hanya beroperasi di wilayah Tanoh Gayo. Jalur distribusi yang terungkap menghubungkan Aceh Tengah dengan Banda Aceh, Aceh Besar, dan Aceh Selatan, menandakan peredaran ganja memanfaatkan rute antarkabupaten untuk mengelabui petugas.
Dua Jaringan Sabu Sudah Lebih Dulu Dibekuk
Pengungkapan jaringan ganja ini menambah daftar panjang keberhasilan Satresnarkoba Polres Aceh Tengah. Dalam kurun waktu sekitar satu bulan sebelumnya, aparat berhasil membongkar dua jaringan besar sabu yang memasok narkotika dari Bener Meriah, Aceh Utara, hingga Kota Lhokseumawe.
Dari dua jaringan tersebut, polisi mengamankan total 19 tersangka yang terdiri dari 10 pengedar dan 9 kurir sabu. IPTU Bambang Pelis menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi preventive strike untuk memutus mata rantai pasokan sebelum barang haram tersebut beredar lebih luas di tengah masyarakat.
YARA Dorong Penindakan hingga Aktor Intelektual
Muhammad Dahlan menegaskan bahwa pengungkapan beruntun ini tidak boleh berhenti pada penangkapan pengedar dan kurir. YARA mendorong aparat penegak hukum untuk menelusuri pihak-pihak yang berada di balik jaringan tersebut.
"Pengungkapan beruntun ini harus menjadi momentum untuk menyapu bersih peredaran narkoba hingga ke aktor intelektualnya. Siapa pun yang terlibat, tanpa pandang bulu, harus ditindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku. YARA siap mendukung penuh langkah tegas Polres Aceh Tengah," tegas Dahlan.
YARA juga meminta aparat memperkuat koordinasi lintas wilayah agar jaringan narkotika yang memanfaatkan jalur antarkabupaten tidak memiliki ruang untuk berkembang. Menurut lembaga advokasi tersebut, keberhasilan pemberantasan narkotika tidak semata-mata diukur dari jumlah tersangka, tetapi sejauh mana operasi mampu memutus rantai pasokan dan menyelamatkan generasi muda di Tanoh Gayo dari bahaya narkoba.