BANDA ACEH — Manajemen RSUDZA memastikan proses pembayaran utang kepada rekanan dilakukan secara bertahap. Wakil Direktur Administrasi dan Umum RSUDZA, T. Hendra Faisal, mengungkapkan bahwa realisasi pembayaran hingga saat ini sudah mencapai angka signifikan.
"Untuk tahun 2026 ini kami sudah menyetor Rp112 miliar. Sementara sisanya segera dibayarkan agar operasional berjalan lancar," ujar T. Hendra Faisal saat bertemu sejumlah awak media di Banda Aceh, Rabu (26/8/2026).
Utang Bersumber dari Pengadaan Obat dan Alat Medis
Direktur Utama RSUDZA, Dr. Muhazar, merinci bahwa akumulasi utang tersebut berasal dari berbagai kewajiban strategis. Pos terbesar meliputi pengadaan obat-obatan, peralatan medis, serta kewajiban kepada rekanan penyedia jasa lainnya.
"Dari jumlah utang yang terakumulasi sebesar Rp416,97 miliar, RSUDZA secara berkala terus melakukan pembayaran kepada pihak rekanan," jelas Muhazar.
Menggenjot Pendapatan Layanan dan Usaha Kuliner
Untuk mempercepat pelunasan, rumah sakit milik Pemerintah Aceh ini tidak hanya mengandalkan pendapatan dari layanan medis. Manajemen berencana mengoptimalkan sumber pendapatan lain melalui pengembangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Langkah yang disiapkan antara lain membuka unit usaha kuliner dan layanan penunjang lainnya yang dinilai potensial menambah kas rumah sakit.
"Kita akan tingkatkan terus pendapatan lainnya melalui BLUD RSUDZA, seperti membuka usaha-usaha kuliner dan layanan lainnya," katanya.
Koordinasi dengan Pemerintah Aceh untuk Percepatan Pembayaran
Selain mengoptimalkan pendapatan internal, manajemen RSUDZA juga berkoordinasi dengan Pemerintah Aceh terkait dukungan anggaran. Pengalokasian anggaran Aceh 2026 diharapkan menjadi katalis percepatan pembayaran kewajiban kepada para rekanan.
Muhazar menegaskan bahwa penyelesaian utang menjadi prioritas utama manajemen. Hal ini dinilai krusial untuk menjaga kesehatan keuangan rumah sakit serta memastikan mutu pelayanan terhadap masyarakat tetap optimal.
Upaya ini diharapkan mampu mengembalikan stabilitas operasional RSUDZA sekaligus memperkuat layanan kesehatan bagi warga Aceh secara berkelanjutan.