PIDIE JAYA — Di tengah hiruk-pikuk tugas menjaga keamanan, Aipda Jonni Rahmad memilih jalan lain untuk mengabdi. Polisi yang bertugas sebagai Ps. Kasium Polsek Panteraja ini menyisihkan sebagian gajinya untuk membangun rumah layak huni bagi warga kurang mampu. Hingga kini, empat rumah telah berdiri dan tiga rumah lainnya berhasil direhabilitasi.
Bagi Jonni, pengabdian tidak pernah berhenti saat seragam dilepas. "Semua yang saya lakukan bukan untuk mencari popularitas atau dikenal banyak orang. Ini murni karena keinginan untuk membantu sesama," ujarnya kepada media ini, Selasa (25/8/2026).
Dedikasi Tanpa Pamrih Sejak 2005
Pria kelahiran 15 Maret 1986 ini telah mengabdi di Korps Bhayangkara sejak lulus Diktukba Polri pada 2005. Selama dua dekade, ia dikenal sebagai sosok yang dekat dengan warga dan selalu hadir di tengah kesulitan mereka.
Kiprahnya tidak luput dari perhatian institusi. Jonni tercatat menerima Satyalancana Pengabdian 8 Tahun (2013) dan 16 Tahun (2021). Apresiasi juga datang dari Kapolres Pidie (2017), Kapolres Pidie Jaya (2020), hingga Asisten SDM Polri dan Kapolda Aceh (2021).
Bukan Soal Penghargaan, tapi Senyum Warga
Deretan penghargaan itu tidak pernah menjadi tujuan utamanya. Jonni mengaku kebahagiaan terbesar justru datang dari hal-hal sederhana: melihat anak-anak kembali tersenyum dan keluarga yang kesulitan mendapat kehidupan lebih layak.
Kepeduliannya tidak hanya soal rumah. Saat banjir melanda akhir 2025 lalu, Jonni mendatangi anak-anak terdampak dengan membawa Iqra dan Al-Qur'an. Ia ingin memastikan musibah tidak memutus semangat mereka untuk tetap belajar mengaji.
Hadir di Setiap Momen Sulit Warga
Setiap menjelang Idulfitri, ia rutin menyisihkan rezeki untuk membelikan pakaian lebaran bagi anak yatim piatu. Ia bahkan pernah membantu biaya pengobatan seorang anak penderita bocor jantung hingga ke Jakarta.
Bagi Jonni, berbagi tidak perlu menunggu kaya. Sedikit yang diberikan dengan tulus, menurutnya, bisa berarti besar bagi mereka yang membutuhkan. Prinsip inilah yang terus ia pegang teguh di tengah masyarakat Pidie Jaya.
Melalui seragam cokelatnya, Jonni membuktikan bahwa polisi bukan hanya penjaga keamanan, tetapi juga kehadiran yang memastikan warga yang sedang kesulitan tidak merasa sendirian. Baginya, mengabdi adalah tindakan nyata, bukan sekadar slogan.