Pencarian

Bank Aceh Catat Aset Rp 29,7 Triliun di HUT ke-53, Target Jadi Bank Devisa untuk Dorong Ekonomi Aceh

Jumat, 07 Agustus 2026 • 11:37:01 WIB
Bank Aceh Catat Aset Rp 29,7 Triliun di HUT ke-53, Target Jadi Bank Devisa untuk Dorong Ekonomi Aceh
Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, T. Robby Irza, menghadiri peringatan HUT ke-53 Bank Aceh di Banda Aceh.

BANDA ACEH — Momentum ulang tahun ke-53 menjadi penegasan posisi Bank Aceh sebagai penggerak ekonomi syariah dan pembangunan di tanah rencong. Pemerintah Aceh melalui Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, T. Robby Irza, menyampaikan harapan agar transformasi perusahaan berlanjut, terutama dalam mewujudkan status bank devisa.

Target menjadi bank devisa dinilai strategis untuk memperluas akses ekonomi Aceh ke pasar nasional dan global. Langkah ini diharapkan mampu mendukung perdagangan internasional serta menarik investasi ke provinsi paling barat Indonesia tersebut.

Kinerja Keuangan Hingga Juni 2026

Di tengah dinamika ekonomi global, fundamental Bank Aceh dinilai tetap sehat. Berdasarkan data yang dirilis dalam peringatan HUT ke-53, total aset perseroan mencapai Rp 29,7 triliun hingga Juni 2026.

Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun mencapai Rp 25 triliun. Adapun penyaluran pembiayaan tumbuh 5,94 persen secara tahunan menjadi Rp 21,87 triliun, dengan laba bersih tercatat Rp 171 miliar.

Capaian ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang terus meningkat terhadap layanan perbankan syariah di Aceh.

Kepengurusan Lengkap, Tata Kelola Diperkuat

Tahun ini menjadi babak penting bagi struktur organisasi Bank Aceh. Susunan Direksi dan Dewan Komisaris kini telah lengkap, sebuah langkah yang dinilai mampu mempercepat pengambilan keputusan strategis dan efektivitas pengawasan.

Dengan kepengurusan yang solid, agenda transformasi perusahaan diyakini dapat berjalan lebih cepat. Penguatan tata kelola (Good Corporate Governance) menjadi fondasi utama untuk menjaga kepercayaan seluruh pemangku kepentingan.

Transformasi Syariah dan Perluasan Layanan

Sejak resmi menjadi Bank Aceh Syariah pada 16 September 2016, perusahaan terus beradaptasi dengan dinamika industri. Penguatan layanan digital, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pengembangan produk berbasis syariah menjadi fokus utama.

Perluasan akses layanan keuangan hingga ke pelosok Aceh juga terus digencarkan. Langkah ini sejalan dengan peran Bank Aceh sebagai agen pembangunan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus dijaga. “Selama 53 tahun Bank Aceh tumbuh bersama masyarakat Aceh. Kepercayaan yang diberikan kepada kami merupakan amanah yang harus dijaga melalui kinerja yang sehat, pelayanan yang semakin baik, tata kelola yang kuat, serta kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah,” ujarnya.

Pemerintah Aceh menyampaikan apresiasi atas perjalanan Bank Aceh yang telah menjadi mitra strategis pembangunan. Harapannya, kinerja sehat dan daya saing yang telah ditunjukkan dapat terus dipertahankan untuk kesejahteraan masyarakat Aceh.

Follow porosaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: noa.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks