BANDA ACEH — Kehadiran tim gabungan pengawas BBM di SPBU ternyata membuat sejumlah kendaraan yang terindikasi sebagai pelangsir langsung mengubah rencana. Saat inspeksi mendadak berlangsung di Banda Aceh, Kamis (30/7/2026), beberapa kendaraan yang sedang mengantre justru memilih keluar dan meninggalkan lokasi, membuat antrean kembali normal dan tidak lagi mengular hingga keluar area SPBU.
Inspeksi ini melibatkan PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Regional Sumbagut, Pemerintah Aceh, dan aparat penegak hukum. Mereka memantau langsung proses penyaluran BBM di sejumlah SPBU untuk memastikan distribusi energi berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Stok BBM Aman dan Penerapan QR Code Dipastikan
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, stok BBM di seluruh SPBU yang menjadi lokasi sidak dipastikan dalam kondisi aman. Seluruh produk tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Tim gabungan juga memverifikasi penerapan penggunaan QR Code dalam penyaluran BBM subsidi. Hal ini menjadi salah satu fokus pengawasan untuk memastikan mekanisme penyaluran berjalan sesuai aturan.
Modus Pelangsir: Tinggalkan Antrean Saat Ada Pengawasan
Fenomena menarik terjadi saat pengawasan berlangsung. Sejumlah kendaraan yang mengantre dan terindikasi sebagai pelangsir memilih keluar dari antrean begitu mengetahui ada petugas.
Tindakan ini dinilai sebagai indikasi kuat adanya upaya penyalahgunaan BBM subsidi yang berhasil dicegah oleh kehadiran tim gabungan di lapangan.
Pemprov Aceh: Pengawasan Bersama Kunci Penyaluran Tepat Sasaran
Kepala Bidang Minyak dan Gas Bumi Dinas ESDM Provinsi Aceh, Dian Budi Dharma, menegaskan bahwa pengawasan bersama merupakan langkah penting. Tujuannya memastikan penyaluran BBM, khususnya subsidi, benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
“Pemerintah Provinsi Aceh terus mendorong pengawasan penyaluran BBM secara bersama-sama agar distribusi energi berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Melalui sinergi ini, kami berharap penyaluran BBM subsidi semakin tepat sasaran sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang memang berhak,” ujar Dian.
Polda Aceh Siap Tindak Penyalahgunaan BBM Subsidi
Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Aceh, Kompol Sofyan, menegaskan aparat penegak hukum akan terus mendukung pengawasan untuk mencegah potensi penyalahgunaan BBM subsidi. Kolaborasi lintas instansi dinilai strategis dalam menutup celah praktik ilegal.
“Kolaborasi antara pemerintah daerah, Pertamina, dan aparat penegak hukum merupakan langkah strategis dalam mencegah praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi,” kata Sofyan.
Pertamina Perkuat Koordinasi dengan BPH Migas
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menyampaikan apresiasi atas dukungan semua pihak. Sinergi ini menjadi bagian penting dalam memastikan distribusi energi berjalan lancar sekaligus meminimalisasi potensi penyalahgunaan di lapangan.
“Pertamina Patra Niaga berkomitmen memastikan penyaluran BBM, khususnya BBM subsidi dan penugasan, berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sinergi bersama Pemerintah Provinsi Aceh,” ujar Fahrougi.
Ke depan, Pertamina akan memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Aceh, aparat penegak hukum, serta BPH Migas melalui pengawasan dan monitoring secara berkala terhadap penyaluran BBM di seluruh SPBU. Kolaborasi tersebut merupakan wujud komitmen Pertamina dalam menjaga distribusi energi agar tetap aman, lancar, dan tepat sasaran. (*)