BANDA ACEH — Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan menargetkan partainya masuk tiga besar di Aceh pada Pemilu 2029. Target itu ia sampaikan di hadapan kader saat melantik pengurus DPW PAN Aceh di Balai Meuseuraya Aceh (BMA), Banda Aceh, Sabtu (13/6). Zulhas menyebut pelantikan kali ini berbeda dari biasanya.
“Ini pelantikan pengurus terbesar, terbaik, termegah, termewah yang selama ini saya datangi,” kata Zulhas dalam sambutannya.
Dek Gam Disebut Petarung Sejati
Zulhas memberikan perhatian khusus kepada Ketua DPW PAN Aceh, Nazaruddin Dek Gam. Ia menilai karakter politik Dek Gam sama dengannya: petarung yang tak kenal mundur.
“Dek Gam ini sejatinya sama dengan saya, petarung. Keluarkan semua, abeh ubee abeh. Dalam politik kalau mau bertarung ya begitu,” ujarnya.
Tiga Besar Bukan Sekadar Slogan
Target tiga besar ditegaskan Zulhas bukan hanya retorika. Ia meminta seluruh kader bekerja keras dan menjaga kekompakan sejak sekarang.
“Kita target nomor tiga. Apa pun, keluarkan semua. Nomor tiga harus dapat, tidak boleh alternatif,” tegasnya.
Optimisme itu, menurut Zulhas, didasari oleh kekuatan kader, pengurus, dan relawan PAN Aceh. Ia menilai semangat membesarkan partai sudah terlihat dari struktur yang didominasi anak muda.
“Kenapa? Karena ujung tombaknya relawan-relawan sangat luar biasa, pengurusnya masih muda-muda,” ujarnya.
Perluas Relawan hingga Akar Rumput
Zulhas menginstruksikan jajaran pengurus untuk mulai memperluas jaringan relawan hingga ke tingkat bawah. Ia meminta kerja politik dilakukan habis-habisan.
“2029 kita habis-habisan. Kantong kiri, kantong kanan, depan belakang, habiskan. Siap? Bentuk terus relawan,” katanya yang disambut tepuk tangan kader.
Selain kerja politik, Zulhas juga meminta dukungan dan doa dari ulama serta tokoh agama di Aceh. Menurutnya, restu dari para abu dan waled menjadi bagian penting dari strategi partai.
“Dengan doa dan dukungan para alim ulama, abu, waled, dan doa-doa beliau, insyaallah. Kita berpihak 100 persen kepada rakyat,” ujarnya.
Zulhas menutup sambutannya dengan tantangan kepada kader. Ia membandingkan target PAN dengan partai lain yang sudah lebih dulu mapan di Aceh.
“Tiga besar bukan slogan. Kalau yang lain bisa, masa PAN tidak bisa?” pungkasnya.