LHOKSEUMAWE — Dampak cuaca ekstrem di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, terus bertambah. Hasil pendataan lanjutan yang dilakukan pemerintah kecamatan bersama keuchik mencatat 58 unit huntara rusak, naik dari laporan awal sebanyak 35 unit. Satu unit musala di kawasan huntara juga ikut rusak.
Kerusakan Terparah di Huntara Gampong Rumoh Rayeuk
Camat Langkahan, T. Reza Ichwan, menyatakan kerusakan paling berat terjadi di Huntara Gampong Rumoh Rayeuk yang merupakan bantuan BNPB. Dari 36 unit terdampak, 11 unit mengalami rusak berat, 20 unit rusak sedang, dan lima unit rusak ringan.
“Rusak berat juga terjadi di Huntara Dusun Leubok Meuku, Gampong Buket Linteung, yang merupakan bantuan Kementerian Pekerjaan Umum. Tujuh unit huntara rusak berat, sementara satu unit musala di lokasi yang sama juga mengalami kerusakan,” ujar Reza, Rabu (3/6/2026).
Warga yang Pernah Jadi Korban Banjir Bandang Kini Mengungsi Lagi
Para penghuni huntara ini sebelumnya adalah korban banjir bandang yang melanda Aceh Utara pada November 2025. Mereka masih menunggu proses pembangunan hunian tetap (huntap) ketika angin kencang kembali merusak tempat tinggal sementara mereka.
Akibat kerusakan tersebut, warga untuk sementara mengungsi ke rumah keluarga dan tetangga terdekat yang dianggap lebih aman. Pemerintah Kecamatan Langkahan juga menyiapkan pendirian tenda darurat sebagai tempat penampungan sementara.
“Tentunya Pemkab Aceh Utara bersama instansi terkait saat ini terus melakukan pendataan lanjutan, serta menyiapkan bantuan darurat guna memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi selama masa penanganan pascabencana,” kata Reza.
Rincian Kerusakan Huntara di Empat Lokasi
- Huntara Gampong Rumoh Rayeuk (BNPB): 11 unit rusak berat, 20 unit rusak sedang, 5 unit rusak ringan.
- Huntara Gampong Langkahan (BNPB): 5 unit rusak ringan.
- Huntara Dusun Leubok Meuku, Gampong Buket Linteung (Kementerian PU): 7 unit rusak berat, 1 musala rusak.
- Huntara Gampong Geudumbak (program insitu): 4 unit rusak berat, 4 unit rusak sedang, 2 unit rusak ringan.
Tak Ada Korban Jiwa, Hanya Luka Ringan
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Reza menyebutkan hanya beberapa warga mengalami luka ringan saat huntara diterpa angin kencang. Namun, kerusakan material yang terjadi menambah beban psikologis dan ekonomi para penghuni yang sudah rentan pascabanjir bandang tahun lalu.