BANDA ACEH — Irwansyah mendorong TVRI agar kebijakan gratis juga meluas ke warung kopi dan kafe. Menurutnya, biaya lisensi untuk nobar komersial selama ini memberatkan pemilik usaha kecil di Aceh.
“Terkait Nobar, kita minta kebijaksanaan TVRI agar biaya lisensi tayangan Nobar komersil di warkop dan cafe untuk diperkecil kalau bisa bahkan digratiskan untuk Aceh,” kata Irwansyah dalam pertemuan yang berlangsung di Lantai III Gedung DPRK Banda Aceh.
Mengapa Warung Kopi Jadi Sorotan?
Warung kopi atau warkop di Aceh menjadi pusat berkumpul warga saat pertandingan besar. Irwansyah menilai nobar di tempat umum seperti warkop bisa mempererat silaturahmi, asalkan tidak dibebani biaya lisensi yang tinggi. Ia juga mengimbau pemilik usaha agar tetap menjalankan nobar secara tertib.
“Fanatik dan dukungan favorit boleh saja, tapi jangan sampai berlebihan, dan bisa menimbulkan gesekan, keributan bahkan kekacauan, semua akan rugi,” ujarnya.
Imbauan Antisipasi Pemadaman Listrik
Selain soal biaya lisensi, Irwansyah juga menyoroti kesiapan infrastruktur kelistrikan. Ia meminta PLN melakukan antisipasi sejak awal agar tidak terjadi pemadaman listrik saat pertandingan Piala Dunia 2026 berlangsung.
“Jangan sampai ada pemadaman listrik saat penyiaran bola dimulai,” tegas politikus yang akrab disapa Iwan itu.
Hak Siar Gratis untuk Semua Warga
Dalam kesempatan yang sama, Irwansyah mengapresiasi hak siar yang didapat TVRI untuk Piala Dunia 2026. Tayangan dari babak penyisihan hingga final kini bisa diakses gratis melalui aplikasi TVRI tanpa biaya berlangganan.
“Tayangan Nobar ini yang dulunya berbayar sekarang menjadi gratis, bisa di nonton di aplikasi tidak berbayar. Saya apresiasi dengan kebijakan ini,” kata Irwansyah.
Ketua DPRK Banda Aceh itu didampingi Wakil Ketua Musriadi dan Sekretaris Dewan Tharmizi saat menerima kunjungan pimpinan TVRI Aceh. Pertemuan tersebut membahas teknis penayangan dan potensi kolaborasi antara DPRK dan TVRI selama ajang sepak bola bergengsi itu berlangsung.