LANGSA — Ratusan personel lintas sektor dikerahkan dalam apel gelar pasukan di halaman Mapolres Langsa, Senin (24/08/2026). Mereka disiagakan untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi serta kebakaran hutan dan lahan yang diprediksi mengintensif sepanjang musim kemarau tahun ini.
Kapolres Langsa AKBP Hyrowo bertindak sebagai inspektur apel. Ia menegaskan bahwa pencegahan dan deteksi dini menjadi kunci utama agar kebakaran tidak meluas hingga berdampak pada permukiman warga.
“Penanganan Karhutla membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Pencegahan harus menjadi prioritas melalui edukasi kepada masyarakat, penguatan koordinasi, serta kesiapan personel dan sarana prasarana,” tegas AKBP Hyrowo.
Puncak Kemarau dan Ancaman El Nino di Aceh
Berdasarkan prediksi BMKG, Aceh akan memasuki periode puncak musim kemarau pada Juni hingga September 2026. Potensi fenomena El Nino kategori lemah turut meningkatkan risiko kebakaran di lahan kering, perkebunan, hutan, dan kawasan rawan lainnya.
Kondisi ini yang mendorong aparat gabungan untuk bergerak lebih awal. Bukan hanya kesiapan personel, pengecekan perlengkapan dan sarana pendukung juga dilakukan usai apel untuk memastikan seluruh alat berfungsi saat kondisi darurat.
TNI Siap Gerak Cepat Dukung Pencegahan
Dandim 0104/Aceh Timur Letkol Inf Fiska Bagus Tri Sunaryanto menyatakan dukungan penuh TNI terhadap upaya pemerintah daerah dan Polri. Menurutnya, sinergi lintas sektor adalah kunci agar setiap potensi ancaman bisa diantisipasi sejak dini.
“Kodim 0104/Aceh Timur selalu siap bersinergi dengan Polri, pemerintah daerah, BPBD, dan seluruh instansi terkait dalam upaya pencegahan maupun penanganan bencana,” terangnya.
Letkol Fiska juga mengajak masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca kering yang mudah terbakar.
Sinergitas Lintas Sektor Kunci Ketahanan Kota Langsa
Apel ini menjadi bentuk komitmen bersama elemen TNI, Polri, dan pemerintah kota dalam membangun ketahanan wilayah. Melalui koordinasi yang solid, diharapkan setiap potensi bencana dapat ditangani secara cepat, tepat, dan terpadu.
Selain personel gabungan, kegiatan ini juga dihadiri Wakapolres Langsa Kompol Yasir, Danki Brimob 2 Yon B Pelopor AKP M. Rizaldi, Kasatpol PP dan WH Ali Musafah, serta Sekretaris BPBD Kota Langsa Jauwahir.
Dengan kesiapsiagaan ini, Kota Langsa diharapkan mampu meminimalisir dampak bencana dan menciptakan lingkungan yang aman bagi seluruh warga.