BANDA ACEH — BMKG memprakirakan langit Kota Banda Aceh akan diselimuti awan pada Kamis, dengan potensi cuaca cerah berawan hingga berawan tebal. Prakiraan ini berlaku untuk mayoritas kota besar di Indonesia bagian barat, termasuk Medan, Tanjung Pinang, Jambi, Pangkalpinang, Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Pontianak, dan Samarinda.
Prakirawan BMKG Nazmi Nariyah menyebutkan, hujan ringan berpotensi mengguyur Bengkulu, Serang, Bandung, dan Tanjung Selor pada hari yang sama. Sementara itu, udara kabur diprakirakan menyelimuti Padang, Palembang, Bandar Lampung, Palangkaraya, dan Banjarmasin, serta potensi asap atau kabut di Pekanbaru.
Apa Dampak Bibit Siklon Tropis 95W bagi Wilayah Indonesia?
BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah. Kondisi ini berkaitan dengan bibit siklon tropis 95W yang terpantau di pesisir timur Pulau Hainan, China.
Sistem dengan tekanan sekitar 999 hektopaskal dan kecepatan angin maksimum 25 knot itu bergerak ke arah barat laut. BMKG menilai peluang sistem ini untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 48 hingga 72 jam ke depan masih rendah.
Meski peluangnya rendah, bibit siklon tersebut memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi. Kondisi atmosfer ini dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan, terutama di sekitar sistem dan sepanjang wilayah konvergensi.
Bagaimana Kondisi Cuaca di Indonesia Bagian Timur?
Untuk kawasan Indonesia bagian timur, sebagian besar kota besar juga diprakirakan berada dalam kondisi cerah berawan hingga berawan tebal. Kondisi ini terjadi di Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayapura, dan Merauke.
Hujan ringan diprakirakan terjadi di Mamuju, Palu, dan Jayawijaya. Adapun Kendari berpotensi mengalami udara kabur.
Imbauan BMKG untuk Masyarakat
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG, termasuk situs bmkg.go.id dan media sosial resmi BMKG. Pembaruan informasi penting dilakukan mengingat dinamika atmosfer yang dapat berubah cepat.
Masyarakat di wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat diminta untuk mewaspadai dampak lanjutan seperti genangan air, banjir, atau tanah longsor di daerah rawan.