ACEH — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno meninjau langsung wilayah terdampak di Manggarai, NTT, pada Senin (17/8). Dalam kunjungan itu, ia mendesak pemerintah daerah membentuk satuan tugas (satgas) karena lokasi pengungsian yang tersebar di berbagai titik. "Kami dorong agar satgas daerah segera dibentuk karena lokasi pengungsian ada di beberapa titik. Selain itu, kami melihat masih ada kebutuhan dasar para pengungsi yang harus dipenuhi," ujarnya.
Data Korban dan Kerusakan di Tujuh Kabupaten
Berdasarkan pendataan sementara, dampak gempa tersebar di tujuh kabupaten. Manggarai menjadi wilayah dengan korban jiwa tertinggi, yaitu 23 orang meninggal dan 119 orang luka-luka. Manggarai Timur menyusul dengan 20 korban jiwa dan 24 luka-luka.
Kabupaten Sikka mencatat empat orang meninggal dan 17 luka-luka, disusul Ende dengan dua orang meninggal dan 14 luka-luka. Adapun Manggarai Barat dan Nagekeo masing-masing melaporkan satu korban jiwa, dengan enam dan dua orang luka-luka.
1.639 Rumah Rusak, Fasilitas Pendidikan Paling Terdampak
Gempa dangkal yang berpusat di Laut Flores itu merusak 1.639 unit rumah warga. Dari jumlah tersebut, 841 rumah mengalami rusak berat, 48 rusak sedang, dan 174 rusak ringan. Sebanyak 576 rumah lainnya masih dalam proses klasifikasi tingkat kerusakan.
Fasilitas umum juga tidak luput dari dampak bencana. Sebanyak 167 bangunan dilaporkan rusak, terdiri dari 93 fasilitas pendidikan, 36 fasilitas kesehatan, dan 38 kantor pemerintah. Kerusakan yang meluas ini dipastikan akan mengganggu aktivitas belajar-mengajar dan pelayanan publik di daerah terdampak.
Bantuan Darurat Baru Tersalur Rp65 Juta ke Tiga Posko
Hingga Minggu (16/8) pukul 19.05 WIB, dana bantuan darurat yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp372 juta. Namun, baru Rp65 juta yang disalurkan langsung ke posko lapangan. Bantuan tersebut diberikan kepada Posko Aeramo di Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo sebesar Rp25 juta; Posko Kurubhoko di Kecamatan Wolomeze, Kabupaten Ngada sebesar Rp25 juta; serta Posko Karot di Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai sebesar Rp15 juta.
Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus melakukan pendataan, evakuasi, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak. Proses klasifikasi kerusakan rumah dan penyaluran bantuan lanjutan masih berlangsung di sejumlah wilayah NTT.