Pencarian

CATL Klaim 20 Pabrik Baterai EV Sudah Netral Karbon, Tapi 80% Emisi Justru di Luar Pabrik

Selasa, 18 Agustus 2026 • 00:39:30 WIB
CATL Klaim 20 Pabrik Baterai EV Sudah Netral Karbon, Tapi 80% Emisi Justru di Luar Pabrik
CATL mengumumkan seluruh pabrik baterainya telah tersertifikasi netral karbon sesuai standar ISO 14068-1.

ACEH — Kabar ini diumumkan langsung oleh raksasa baterai asal China tersebut pada hari ini. Seluruh pabrik yang beroperasi telah mendapatkan sertifikasi ISO 14068-1, standar internasional untuk netralitas karbon. Pencapaian ini menandai terpenuhinya target yang dicanangkan CATL sejak 2025 lalu.

Namun perlu digarisbawahi, sertifikasi netral karbon tidak berarti pabrik-pabrik tersebut nol emisi. Standar ISO 14068-1 mengizinkan penggunaan kompensasi karbon (carbon offset) untuk menutup sisa emisi yang tidak bisa dihilangkan secara langsung. Sayangnya, CATL tidak merinci berapa besar emisi bruto yang tersisa atau berapa banyak kredit karbon yang digunakan untuk menyeimbangkannya.

Pangsa Pasar 39,2% dan Penurunan Emisi per Unit Produksi

Skala komitmen ini sangat besar. Berdasarkan data SNE Research yang dikutip CATL, perusahaan ini menguasai 39,2% pangsa pasar baterai EV global sepanjang 2025. Ini adalah tahun kesembilan berturut-turut CATL memuncaki peringkat dunia.

Sejak 2023, pabrik-pabrik CATL telah mengonsumsi lebih dari 18 miliar kilowatt-jam listrik dari sumber nol karbon. Upaya efisiensi juga membuahkan hasil nyata: konsumsi energi per unit produksi turun 28% dan emisi karbon per unit turun drastis hingga 77% jika dibandingkan dengan angka dasar tahun 2022. CATL memperkirakan total pengurangan emisi setara karbon dioksida mencapai lebih dari 10 juta metrik ton selama periode 2023-2025.

Untuk memastikan akurasi data, CATL mengandalkan sistem internal bernama Carbon Chain Management System (CCMS). Platform yang diluncurkan pada 2022 ini mengumpulkan data karbon dari pabrik, lini produksi, produk, bahan baku, hingga pemasok inti. Hingga kini, CCMS telah menghasilkan lebih dari 1.000 model emisi untuk produk dan material.

Mengapa Emisi Rantai Pasok Jauh Lebih Sulit Ditaklukkan

Fase berikutnya jauh lebih berat. CATL mengakui lebih dari 80% emisi dari daur hidup baterai berasal dari rantai pasok—mencakup aktivitas pertambangan, pemurnian mineral, pemrosesan kimia, manufaktur material, dan transportasi. Area-area ini berada di luar kendali langsung pabrikan.

Total emisi rantai nilai CATL diperkirakan lima kali lebih besar dibandingkan emisi operasional intinya. Karena itu, target dekarbonisasi penuh untuk seluruh rantai nilai ditetapkan pada 2035, satu dekade setelah target internal tercapai.

“Netralitas karbon tidak bisa dibangun hanya dari perkiraan. Ini membutuhkan data yang andal, batasan yang jelas, dan eksekusi yang sistematis,” ujar Jiang Li, Vice President CATL sekaligus Kepala Komite Manajemen Pembangunan Berkelanjutan perusahaan.

Pemasok Wajib Setor Data Jejak Karbon Mulai 2027

CATL mulai menekan pemasoknya. Perusahaan telah menetapkan data karbon dasar untuk lebih dari 100 pemasok Tier 1 dan menargetkan cakupan penuh ke seluruh mata rantai hulu. Mulai 2027, pemasok baru wajib menyediakan data jejak karbon produk. Penggunaan listrik terbarukan dan efisiensi energi juga akan menjadi bagian dari evaluasi tahunan pemasok.

Insentifnya nyata: pemasok dengan kinerja emisi lebih baik berpeluang mendapat prioritas alokasi pesanan dan kontrak jangka panjang. Pada tahap awal, CATL akan bekerja lebih erat dengan 30 pemasok inti melalui program dekarbonisasi rantai pasok yang baru dibentuk.

“CATL akan memajukan dekarbonisasi rantai nilai di area-area kunci, termasuk inovasi material, manufaktur material, logistik hijau, dan daur ulang baterai. Ini membutuhkan kolaborasi di seluruh rantai nilai baterai,” kata Bryan Huang, Kepala Pusat Pengadaan CATL.

Daur Ulang dan Solar untuk Pemasok

Strategi 2035 mencakup penggunaan material rendah karbon, proses produksi lebih ramah lingkungan, listrik terbarukan untuk pemasok, pengiriman nol karbon, dan daur ulang baterai melalui anak usaha Brunp Recycling. CATL juga membantu pemasok memasang panel surya atap—lebih dari 60 proyek telah rampung dengan kapasitas tahunan di atas 450 juta kWh. Rencana berikutnya adalah memperluas pembelian bersama listrik terbarukan dan sertifikat hijau.

Bagi konsumen Indonesia, kabar ini menjadi indikator bahwa produsen baterai global mulai serius menekan jejak karbon dari hulu. Meski dampaknya tidak langsung terasa di pasar lokal, tekanan ke pemasok bahan baku bisa memengaruhi standar keberlanjutan industri baterai secara keseluruhan dalam beberapa tahun ke depan.

Follow porosaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: electrek.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks