ACEH — Perayaan HUT ke-81 RI tahun ini tidak melulu soal lomba panjat pinang atau upacara bendera. Komunitas Mobil Elektrik Indonesia (KOLEKSI) memilih cara yang lebih teknis: konvoi puluhan mobil listrik menempuh rute Jakarta-Lampung selama tiga hari, sekaligus merayakan hari jadi komunitas yang kelima. Hasil pendataan infrastruktur dari perjalanan ini rencananya akan diserahkan langsung ke pihak terkait.
Bukan Sekadar Konvoi: Ada Data SPKLU yang Dikumpulkan
Rombongan tidak hanya melaju dari Jakarta menuju Lampung. Di sepanjang perjalanan, mereka mencatat ketersediaan dan keandalan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di Rest Area Tol Jakarta-Merak hingga Tol Trans Sumatera ruas Lampung. Kapasitas pengisian yang diuji bervariasi, dari 30 kW sampai perangkat Ultra-Fast Charging 200 kW.
Ketua Umum KOLEKSI, Arwani Hidayat, menegaskan turing ini adalah upaya membuktikan bahwa infrastruktur pengisian daya kini sudah memadai. "Kami membawa tiga semangat 'kemerdekaan' dalam turing ini. Pertama, merdeka dari rasa khawatir (no anxiety) saat bepergian jauh ke daerah manapun karena infrastruktur SPKLU kini sudah memadai dan andal," ujarnya dalam siaran resmi yang diterima detikOto.
Menguji Nyali Penyeberangan Selat Sunda dengan EV
Bagian paling krusial dari rute ini adalah penyeberangan Selat Sunda menggunakan Kapal Feri Eksekutif rute Merak-Bakauheni. Masih ada stigma di masyarakat soal keamanan membawa kendaraan listrik ke dalam armada kapal. Konvoi ini ingin menepis kekhawatiran tersebut sekaligus memverifikasi kelancaran prosedur di pelabuhan.
"Melalui turing Silent Across The Strait, kami ingin masyarakat luas melihat langsung bahwa ekosistem kendaraan listrik dari hulu ke hilir sudah terbentuk dengan baik. Perjalanan Jakarta - Lampung dengan puluhan mobil listrik kini dapat dilakukan tanpa keraguan sama sekali," tambah Danny Siwu selaku Ketua Panitia Turing.
Kampanye Etika Pengisian Daya: Jangan Parkir di SPKLU
Selain menguji perangkat keras, KOLEKSI juga menyoroti perilaku pengguna. Lewat kampanye "Cerdas dan Bijak Menggunakan SPKLU", mereka menyuarakan masalah kebiasaan buruk yang masih sering ditemui: menjadikan area SPKLU sebagai tempat parkir atau tidak memindahkan kendaraan setelah baterai terisi penuh. Perilaku ini dinilai menghambat pengguna lain yang membutuhkan pengisian daya darurat.
Rangkaian acara di Lampung tidak berhenti pada uji infrastruktur. Panitia menyiapkan agenda wisata alam berbasis lingkungan atau green tourism, pelepasan bibit ikan di Pulau Pahawang, hingga gala dinner perayaan HUT ke-5 KOLEKSI. Puncaknya, rombongan akan mengikuti Upacara Bendera HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Bandar Lampung pada 17 Agustus 2026.
Catatan: Apa yang Belum Terjawab dari Kegiatan Ini
Inisiatif ini patut diapresiasi karena menyediakan data lapangan yang sering kurang dalam diskusi ekosistem EV di Indonesia. Namun, perlu dicatat bahwa laporan ini masih berupa siaran resmi panitia. Belum ada rincian jumlah unit mobil listrik yang ikut serta, durasi pengisian rata-rata di tiap SPKLU, atau kendala teknis yang mungkin ditemui di lapangan.
Data lengkap mengenai kepadatan antrean di rest area saat peak hour atau kondisi charger yang rusak baru akan terungkap setelah panitia merilis hasil pencatatan mereka. Untuk pembaca yang sedang mempertimbangkan perjalanan jauh antarpulau dengan EV, hasil pendataan KOLEKSI ini akan menjadi referensi yang lebih kredibel dibanding sekadar klaim pabrikan soal jarak tempuh.