SIGLI — Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Pidie, Apriadi, mewakili Bupati H. Sarjani Abdullah dalam rapat koordinasi yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting itu. Hadir pula Inspektur Kabupaten Pidie Mukhlis, Kepala Dinas Kesehatan Dr. Dwi Wijaya, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Ismed. Kehadiran lintas perangkat daerah ini menunjukkan MBG tidak bisa ditangani satu instansi saja, mengingat urusan pangan, kesehatan, pendidikan, hingga perlindungan anak saling berkelindan di dalamnya.
Empat Standar yang Wajib Dipenuhi Dapur SPPG
Kepala BGN Sudaryono menegaskan pelaksanaan MBG harus berjalan aman, tepat waktu, dan memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan. Hal ini berlaku untuk kelompok penerima, mulai dari anak sekolah, ibu hamil, hingga ibu menyusui.
Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai ujung tombak program tidak boleh bekerja sekadar mengejar jumlah porsi. Keamanan pangan, pengelolaan limbah, kualitas pelayanan, dan ketepatan waktu penyajian harus menjadi bagian dari pengawasan yang ketat oleh pemerintah daerah.
Mengapa Pengawasan Publik Menjadi Kunci Keberhasilan?
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebut pemenuhan gizi sejak dini menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi yang sehat dan cerdas. Program ini juga diharapkan ikut menekan angka stunting yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat.
Namun, keberhasilan program tidak semata ditentukan oleh tersedianya anggaran dan makanan. Koordinasi lintas sektor serta dukungan pengawasan dari pemerintah daerah menjadi penentu apakah bantuan benar-benar diterima kelompok sasaran.
Portal Radar MBG: Warga Bisa Pantau Menu dan Kandungan Gizi
Untuk mendukung keterbukaan, BGN menyiapkan portal digital bernama Radar MBG. Melalui platform tersebut, orang tua, sekolah, dan pemerintah daerah dapat memantau menu harian, kandungan gizi, serta kualitas layanan SPPG secara langsung.
BGN juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan laporan, masukan, maupun keluhan. Mekanisme ini diharapkan menjadi alat kontrol terhadap kualitas pelayanan di lapangan, karena program ini bersentuhan langsung dengan warga.
Koordinasi Tidak Boleh Berhenti di Ruang Rapat
Tantangan terbesar kini adalah memastikan koordinasi yang dibangun tidak berhenti setelah rapat selesai. Di lapangan, ukuran keberhasilan MBG sederhana: makanan tersedia tepat waktu, aman dikonsumsi, memenuhi kebutuhan gizi, dan benar-benar diterima oleh mereka yang menjadi sasaran.
Dengan pengawasan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, program MBG diharapkan menjadi investasi nyata untuk memperbaiki kualitas generasi Pidie, bukan sekadar proyek pembagian makanan rutin.