Pencarian

BPMA Aceh Siap Genjot Lifting Migas, Optimalkan Sumur Rakyat, dan Libatkan Pengusaha Lokal

Senin, 10 Agustus 2026 • 22:20:01 WIB
BPMA Aceh Siap Genjot Lifting Migas, Optimalkan Sumur Rakyat, dan Libatkan Pengusaha Lokal
Kepala BPMA Mawardi Nur menyampaikan tiga program prioritas pengelolaan migas Aceh di Banda Aceh, Senin.

BANDA ACEH — Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) memastikan tiga program prioritas menjadi fondasi pengelolaan minyak dan gas bumi di provinsi paling barat Indonesia itu. Fokus tersebut meliputi peningkatan lifting migas, optimalisasi sumur tua dan sumur masyarakat, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan pelaku usaha lokal Aceh.

Kepala BPMA Mawardi Nur menegaskan bahwa pengelolaan migas tidak semata-mata berorientasi pada angka produksi. Menurutnya, sektor ini harus berdampak luas bagi perekonomian masyarakat Aceh.

"Pengelolaan migas tidak hanya berbicara mengenai produksi dan lifting, tetapi juga bagaimana sektor ini memberikan ruang lebih luas bagi pengusaha lokal dan memperkuat sumber daya manusia Aceh," ujar Mawardi Nur di Banda Aceh, Senin.

Strategi Jitu Meningkatkan Produksi Minyak dan Gas

Pada aspek pertama, BPMA akan mendorong peningkatan lifting melalui sejumlah langkah terukur. Optimalisasi produksi dari lapangan eksisting menjadi prioritas utama sebelum mengembangkan lapangan baru.

Percepatan pengembangan lapangan baru juga akan digencarkan dengan dukungan pemanfaatan teknologi yang efektif. BPMA tidak bekerja sendirian; sinergi dengan seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) menjadi kunci keberhasilan target ini.

"Peningkatan lifting merupakan salah satu indikator penting dalam mendukung ketahanan energi sekaligus meningkatkan kontribusi sektor hulu migas terhadap penerimaan negara," kata Mawardi.

Sumur Tua dan Sumur Rakyat: Potensi yang Wajib Dioptimalkan

Fokus kedua menyasar pengelolaan sumur-sumur yang selama ini belum tergarap maksimal. BPMA berkomitmen mengembangkan ekosistem sumur tua dan sumur masyarakat secara berkelanjutan.

Pengelolaan ini mengacu pada regulasi terbaru, yakni Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025. Aspek legalitas menjadi pondasi utama agar pengelolaan berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku.

Selain legalitas, BPMA menekankan pentingnya keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan dalam setiap aktivitas operasional. Dengan kepastian hukum yang jelas, potensi sumur-sumur tersebut diharapkan mampu memberikan nilai tambah nyata bagi masyarakat dan pendapatan asli daerah.

Ruang Lebih Luas bagi Pengusaha dan SDM Aceh

Prioritas ketiga merupakan jawaban atas keluhan lama tentang minimnya keterlibatan putra daerah dalam industri hulu migas. BPMA berjanji membuka keran partisipasi yang lebih lebar bagi pengusaha lokal.

Peningkatan kapasitas SDM Aceh juga menjadi perhatian serius. Targetnya, tenaga kerja lokal mampu mengambil peran lebih besar dalam rantai bisnis industri hulu migas yang selama ini kerap didominasi pihak eksternal.

Serah terima jabatan dari Kepala BPMA lama Nasri Djalal kepada Mawardi Nur menjadi momentum penegasan arah kebijakan baru tersebut. Seluruh program akan dijalankan dengan mengedepankan produktivitas dan kepastian hukum demi kemakmuran masyarakat Aceh.

Follow porosaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: aceh.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks