TAKENGON — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mempertanyakan langsung kelancaran pasokan semen kepada Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah di sela-sela peninjauan pembangunan infrastruktur pascabanjir di Kampung Lumut, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, Kamis (6/8/2026). Pertanyaan itu dilontarkan setelah mendengar paparan progres perbaikan Jembatan Lumut yang menghubungkan Aceh Tengah dengan Gayo Lues.
“Pak Wagub, tadi ada apa pak? Kesulitan semen?” tanya Gibran di lokasi.
Pertanyaan tersebut dijawab langsung oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3 Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Mulyadi. Ia membenarkan bahwa distribusi semen di Aceh tengah mengalami kendala signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Harga Semen Meroket, Pasokan dari Luar Aceh Jadi Andalan
Mulyadi menjelaskan, kondisi ini dipicu oleh minimnya produsen lokal. Hanya ada satu pabrik yang beroperasi di Aceh, yakni PT Semen Andalas Indonesia. Imbasnya, kebutuhan proyek yang sedang berjalan terpaksa dipasok dari luar provinsi.
“Kita dibantu Semen Padang, untuk kondisi hari ini kita ada terkendala pak, semen udah melambung harga pak, 80 ribu ukuran 80 kg, sekarang sudah 120 ribu per sak,” ungkap Mulyadi.
Kenaikan ini disebut tidak hanya terjadi di wilayah pedalaman Aceh Tengah. Mulyadi menegaskan harga yang sama juga berlaku di Banda Aceh, menunjukkan dampaknya merata di seluruh provinsi.
Progres Jembatan Lumut Capai 94,55 Persen, Target Rampung 16 Agustus
Meski dihadapkan pada persoalan material, pengerjaan Jembatan Lumut sendiri menunjukkan perkembangan positif. BPJN Aceh mencatat progres fisik proyek telah mencapai 94,55 persen dan kini memasuki tahap pengaspalan.
“Progressnya sudah mencapai 94,55 persen, dan menuju pengaspalan. Maka kita menjadwalkan peresmian pada Tanggal 16 Agustus pak,” sebut Mulyadi dalam paparannya.
Jembatan ini merupakan satu dari 28 titik penanganan yang dilakukan BPJN Aceh di ruas Jalan Nasional Takengon-Gayo Lues sepanjang 2026. Seluruh pekerjaan didanai oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
“Ruas jalan dari Takengon hingga Ise-Ise (perbatasan Aceh Tengah-Gayo Lues) ada 28 titik, salah satunya Jembatan Lumut ini,” kata Mulyadi.
Rusak Diterjang Banjir Besar November 2025
Perbaikan infrastruktur ini merupakan respons atas bencana banjir besar yang melanda Aceh pada akhir November 2025. Jembatan Lumut menjadi salah satu akses vital yang rusak parah akibat terjangan air bah, memutus konektivitas antarwilayah di dataran tinggi Gayo.
Kehadiran Wapres Gibran di lokasi menegaskan perhatian pemerintah pusat terhadap pemulihan pascabencana. Peninjauan dilakukan langsung setelah ia mendarat menggunakan helikopter bersama rombongan untuk memastikan proses rehabilitasi berjalan sesuai target.