Pencarian

Putra Aceh Tenggara Dr Hadiman Gusti Bruh Resmi Jabat Kajari Pati, Jaksa Antikorupsi dengan Segudang Prestasi

Senin, 03 Agustus 2026 • 08:21:01 WIB
Putra Aceh Tenggara Dr Hadiman Gusti Bruh Resmi Jabat Kajari Pati, Jaksa Antikorupsi dengan Segudang Prestasi
Dr. Hadiman Gusti Bruh resmi dilantik sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Pati berdasarkan surat keputusan Jaksa Agung Muda Pembinaan.

KUTACANE — Dr. Hadiman Gusti Bruh, SH, MH, resmi mengemban amanah baru sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pati. Surat keputusan yang ditandatangani Jaksa Agung Muda Pembinaan Hendro Dewanto itu menjadi penegas karier jaksa asal suku Alas yang dikenal gigih memberantas korupsi.

Nama Hadiman bukan pendatang baru di lingkungan Korps Adhyaksa. Rekam jejaknya terbilang moncer di sejumlah daerah, mulai dari menukangi Kejaksaan Negeri Kuantan Singingi (Kuansing) di Riau, memimpin Kejari Kota Mojokerto, hingga menjabat Aspidsus di Kejati Sumatera Barat.

Kiprah di Riau: Mengungkap Korupsi Proyek Tiga Pilar

Saat memimpin Kejari Kuansing pada 2021, Hadiman menjadi sorotan publik. Ia berhasil membongkar sejumlah perkara korupsi besar yang menyita perhatian masyarakat, salah satunya kasus Proyek Tiga Pilar.

Di bawah kepemimpinannya, Kejari Kuansing meraih dua predikat bergengsi sekaligus. Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) diraih pada 2019, disusul predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada 2020 dari Kementerian PAN-RB.

Dua Kali Raih Kajari Tipe B Terbaik Nasional

Prestasi tersebut mengantarkan Hadiman meraih penghargaan Kajari Terbaik Ke-3 se-Indonesia dan Kajari Terbaik Ke-1 se-Provinsi Riau pada 2021. Ia bahkan dua kali berturut-turut dinobatkan sebagai Kajari Tipe B Terbaik Nasional pada 2021 dan 2022.

Konsistensinya berlanjut saat menjabat Kajari Kota Mojokerto. Hadiman menangani dugaan korupsi BPRS Kota Mojokerto dengan kerugian negara mencapai Rp50 miliar. Ia juga mengusut dugaan penyimpangan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) Covid-19 di kota tersebut.

Jejak di Sumatera Barat: Enam Tersangka Kasus Pengadaan Ternak

Sejak dilantik sebagai Aspidsus Kejati Sumatera Barat pada 20 Maret 2023, Hadiman kembali menunjukkan tajinya. Dalam waktu singkat, ia memimpin penanganan dugaan korupsi pengadaan ternak di Dinas Peternakan Provinsi Sumatera Barat yang merugikan negara sekitar Rp7,3 miliar.

Kasus tersebut berujung pada penetapan enam tersangka. Komitmennya terhadap transparansi mendapat apresiasi dari kalangan media pada Juli 2024.

Prinsip Pantang Mundur di Tengah Tugas Baru

Hadiman dikenal memegang teguh prinsip "pantang mundur dan tidak tebang pilih dalam pemberantasan korupsi". Prinsip ini ia pegang selama menjalankan tugas penegakan hukum di berbagai daerah.

Kepercayaan baru sebagai Kajari Pati kini diembannya. Masyarakat berharap Hadiman mampu melanjutkan rekam jejak positifnya dalam memperkuat penegakan hukum, meningkatkan integritas institusi, serta mendorong upaya pencegahan korupsi di Kabupaten Pati.

Follow porosaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: waspada.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks