Pencarian

Terminal LPG Tanjung Sekong Jaga 40 Persen Pasokan Elpiji Nasional, Pertamina Perkuat Ketahanan Energi

Sabtu, 01 Agustus 2026 • 11:08:01 WIB
Terminal LPG Tanjung Sekong Jaga 40 Persen Pasokan Elpiji Nasional, Pertamina Perkuat Ketahanan Energi
Terminal LPG Tanjung Sekong di Cilegon, Banten, berkontribusi memasok 35-40 persen kebutuhan elpiji nasional.

ACEH — Ketahanan energi nasional tidak hanya bergantung pada produksi hulu, tetapi juga pada jaringan distribusi yang andal. Di sinilah peran Terminal LPG Tanjung Sekong milik Pertamina menjadi krusial. Fasilitas yang berlokasi di Cilegon, Banten, ini bukan sekadar tempat penyimpanan, melainkan simpul utama yang memastikan gas bersubsidi maupun nonsubsidi mengalir lancar hingga ke dapur masyarakat.

Sebagai Objek Vital Nasional, terminal ini mendapat pengawalan ketat dan standar operasional tinggi. Pasalnya, kontribusinya yang mencapai hampir separuh kebutuhan elpiji nasional menjadikannya aset yang tidak bisa ditawar-tawar. Jika terminal ini berhenti beroperasi, dampaknya akan langsung terasa pada harga dan ketersediaan elpiji di pasaran.

Mengapa Terminal Ini Begitu Vital?

Angka 35-40 persen bukanlah nominal kecil. Dari total konsumsi elpiji nasional yang mencapai jutaan metrik ton per tahun, hampir setengahnya keluar-masuk melalui fasilitas di Tanjung Sekong ini. Terminal ini melayani bongkar muat dari kapal pengangkut LPG, kemudian mendistribusikannya ke berbagai wilayah di Pulau Jawa dan sekitarnya.

Lokasi Cilegon sendiri dipilih karena posisinya yang strategis, dekat dengan jalur pelayaran internasional Selat Sunda dan kawasan industri besar. Hal ini memudahkan kapal-kapal pengangkut LPG dari dalam maupun luar negeri untuk bersandar dan melakukan proses bongkar muat secara efisien.

Pertamina menempatkan terminal ini dalam kategori infrastruktur yang dijaga ketat. Status Objek Vital Nasional berarti pengamanannya melibatkan koordinasi dengan aparat keamanan, termasuk TNI dan Polri. Ini menunjukkan betapa pentingnya aset ini bagi kelangsungan energi rumah tangga dan industri.

Dampak Langsung ke Masyarakat

Bagi konsumen, keberadaan Terminal LPG Tanjung Sekong adalah jaminan bahwa tabung 3 kilogram (melon) dan elpiji 5,5 kilogram (pink) tetap tersedia dengan harga wajar. Gangguan pasokan di terminal ini akan memicu aksi antrean panjang dan lonjakan harga di tingkat pengecer, seperti yang pernah terjadi saat terjadi kendala distribusi di masa lalu.

Oleh karena itu, Pertamina secara berkala melakukan uji coba dan simulasi keadaan darurat di terminal ini. Tujuannya sederhana: memastikan seluruh sistem, mulai dari pipa, tangki penyimpanan, hingga alat bongkar muat, berfungsi dalam kondisi prima. Keandalan infrastruktur ini menjadi kunci agar masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan elpiji.

Komitmen Jaga Pasokan Jelang Periode Kritis

Menjelang hari besar keagamaan atau musim liburan panjang, permintaan elpiji biasanya melonjak. Terminal Tanjung Sekong menjadi garda terdepan dalam mengantisipasi lonjakan tersebut. Pertamina memastikan stok di terminal ini selalu berada di atas level aman, biasanya cukup untuk memenuhi kebutuhan beberapa hari ke depan.

Dengan kapasitas penyimpanan yang besar, terminal ini juga berfungsi sebagai buffer atau penyangga. Ketika terjadi gangguan di salah satu sumber pasokan, baik dari kilang dalam negeri maupun impor, stok yang ada di Tanjung Sekong dapat menutupi kekosongan sementara. Ini adalah mekanisme penting dalam menjaga stabilitas pasokan elpiji nasional.

Langkah Pertamina ini sejalan dengan upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat. Pasokan elpiji yang stabil berarti harga di tingkat konsumen tidak bergejolak, yang pada akhirnya menjaga inflasi tetap terkendali. Infrastruktur seperti Terminal LPG Tanjung Sekong adalah bukti nyata bahwa ketahanan energi bukan sekadar konsep, melainkan operasional harian yang dijaga ketat.

Follow porosaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekonomi.republika.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks