Pencarian

BPMA dan PGE Berhasil Lifting Perdana Kondensat WK B Pascakebakaran Tangki dan Banjir, 95.483 Barel Dikirim ke Tuban

Kamis, 16 Juli 2026 • 16:14:01 WIB
BPMA dan PGE Berhasil Lifting Perdana Kondensat WK B Pascakebakaran Tangki dan Banjir, 95.483 Barel Dikirim ke Tuban
BPMA dan PGE berhasil melakukan lifting perdana kondensat Wilayah Kerja B sebanyak 95.483,33 barel menggunakan kapal MT Double Seven menuju Kilang TPPI Tuban pada awal Juli 2026.

LHOKSEUMAWE — Kebakaran fasilitas dan bencana alam sempat menghentikan penyaluran kondensat dari Wilayah Kerja (WK) B Aceh. Kini, operasional kembali bergulir. BPMA bersama Pema Global Energi (PGE) sukses mengirimkan 95.483,33 barel kondensat Arun menggunakan kapal MT Double Seven ke Kilang TPPI Tuban pada awal Juli 2026.

Dua Parsel Kargo untuk Pemenuhan Energi Domestik

Kargo yang diangkut terdiri dari dua bagian. Sebanyak 90.000 barel merupakan realisasi Proforma Lifting (PPL) Juni 2026, sementara 5.483,33 barel sisanya adalah lifting periode bulan berjalan. Seluruh proses pemuatan berjalan aman hingga kapal berhasil melakukan unberthing dan melanjutkan pelayaran ke Jawa Timur.

Kendala Teknis di Lapangan, Tapi Nihil Insiden

Pelaksanaan pengapalan tidak sepenuhnya mulus. Pengawas lifting BPMA, Ikhwanushafa Djailani, mengungkapkan tim di lapangan menghadapi kendala teknis, terutama kondisi draft kapal yang tidak sepenuhnya sesuai dengan karakteristik operasional terminal. Penyesuaian pun dilakukan di lapangan.

“Melalui koordinasi yang baik antara BPMA, Pema Global Energi, pengelola terminal, awak kapal, surveyor, dan seluruh pihak yang terlibat, kendala tersebut dapat diselesaikan dengan cepat sehingga proses pemuatan tetap berlangsung aman, selamat, tanpa insiden, dan sesuai prosedur operasi,” jelas Ikhwanushafa.

Skenario Darurat Pasca-Kebakaran Tangki Mulai Berhasil

Kepala Divisi Operasi Produksi BPMA, Ibnu Hafizh, menegaskan bahwa lifting ini merupakan langkah awal yang krusial. Menurutnya, realisasi pengapalan melalui skenario penyimpanan jangka pendek (short-term) pasca-kebakaran tangki run down menjadi titik awal untuk mengejar target lifting WK B tahun 2026.

“Lifting ini merupakan titik awal pemenuhan target lifting WK B tahun 2026. Skenario short-term penyimpanan kondensat yang telah dipersiapkan sebagai solusi pascakebakaran tangki run down kini berhasil direalisasikan. Kami berharap skenario-skenario lanjutan yang telah disusun dapat segera diwujudkan sehingga target lifting WK B tahun 2026 dapat terus dikejar dan dipenuhi sesuai rencana,” ujar Ibnu.

Ia menambahkan, BPMA terus mengawal berbagai alternatif operasional bersama PGE agar produksi dan penyaluran kondensat tetap andal meski fasilitas utama masih dalam tahap pemulihan.

Sinergi Multi-Pihak Jadi Kunci Pemulihan

Deputi Operasi BPMA, Muhammad Mulyawan, mengapresiasi keberhasilan ini. Ia menilai lifting perdana WK B menjadi bukti bahwa sinergi antara BPMA, PGE, pengelola terminal, dan seluruh pemangku kepentingan mampu melahirkan solusi operasional di tengah tekanan.

“Lifting perdana WK B ini memiliki makna yang sangat penting karena menandai kembali bergulirnya penyaluran kondensat setelah menghadapi gangguan akibat kebakaran fasilitas dan bencana banjir serta longsor. BPMA akan terus memberikan dukungan penuh kepada KKKS dalam mempercepat pemulihan fasilitas produksi maupun penyaluran sehingga operasi dapat kembali normal dan target lifting tahun 2026 tetap dapat dicapai,” ungkapnya.

Muhammad Mulyawan optimistis implementasi skenario lanjutan akan memperkuat kesinambungan produksi dan meningkatkan realisasi lifting hingga akhir tahun. BPMA menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel operasi, pengelola terminal, awak kapal, surveyor, dan instansi pendukung yang berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini.

Bagikan
Sumber: portalnusa.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks