Pencarian

IPO Kedua di 2026 Berlangsung di BEI, Airlangga: Ini Sinyal Kepercayaan Investor Masih Kuat

Jumat, 10 Juli 2026 • 10:39:31 WIB
IPO Kedua di 2026 Berlangsung di BEI, Airlangga: Ini Sinyal Kepercayaan Investor Masih Kuat
Airlangga menyambut IPO kedua tahun 2026 sebagai tanda kepercayaan investor tetap kuat.

ACEH — Pencatatan saham perdana yang berlangsung pada Kamis (9/7/2026) menjadi IPO kedua di Indonesia sepanjang tahun ini. Dalam acara pembukaan perdagangan BEI, Airlangga mengapresiasi langkah tersebut dan menilai aktivitas ini mencerminkan kepercayaan investor yang tetap terjaga meskipun ada ketidakpastian global.

“Selamat dan pecah telur bagi Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) yang baru, ini IPO pertama kali (sejak menjabat),” ujar Airlangga dalam sambutannya, Kamis (9/7/2026).

Pertumbuhan Ekonomi 5,61% Jadi Modal Utama

Pemerintah menjadikan data pertumbuhan ekonomi sebagai salah satu argumen utama. Pada triwulan I 2026, produk domestik bruto (PDB) Indonesia tumbuh 5,61 persen. Airlangga mengatakan capaian itu ditopang konsumsi domestik yang kuat, peningkatan investasi, dan reformasi di sektor riil.

Industri makanan dan minuman menjadi salah satu sektor yang disorot. Sektor ini menyumbang 7,31 persen terhadap PDB pada triwulan I 2026, naik dari 7,20 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan sektor ini mencapai 7,04 persen, didorong permintaan selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Dari sisi investasi, Penanaman Modal Asing (PMA) di sektor makanan dan minuman tercatat Rp10,48 triliun, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp16,34 triliun. Airlangga menilai angka ini menunjukkan minat investor terhadap sektor riil masih tinggi.

Reformasi Pasar Modal dan Enam IPO yang Mengantre

Pemerintah tidak hanya mengandalkan momentum pertumbuhan. Airlangga menegaskan komitmen untuk melanjutkan reformasi pasar modal bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI. Fokus reformasi mencakup peningkatan transparansi, tata kelola perusahaan, dan perlindungan investor.

Salah satu pengakuan internasional datang dari MSCI yang kembali mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Market pada evaluasi Juni 2026. Menurut Airlangga, keputusan itu mencerminkan fundamental ekonomi yang kuat dan kredibilitas pasar modal Indonesia di mata investor global.

Ke depan, BEI masih akan kedatangan lebih banyak emiten baru. “Jadi ada enam emiten yang selanjutnya akan mencatatkan saham perdananya,” tutup Airlangga.

Pemerintah berharap aktivitas IPO ini memperkuat fungsi pasar modal sebagai sumber pembiayaan jangka panjang. Dana yang dihimpun dari publik diharapkan bisa digunakan perusahaan untuk ekspansi, peningkatan kapasitas produksi, inovasi, dan penciptaan lapangan kerja.

Bagikan
Sumber: infobanknews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks