ACEH — Kylian Mbappe harus puas finis sebagai runner-up Ballon d'Or 2026 di London Palladium Theatre, Selasa (27/10/2026) pagi WIB, di bawah Harry Kane yang keluar sebagai pemenang. Kekalahan ini memperpanjang penantian Mbappe untuk trofi Bola Emas, meski ia baru saja mencatat rekor sebagai pemain Prancis pertama yang finis 10 besar selama sembilan tahun beruntun.
Bintang Real Madrid itu datang ke London sebagai salah satu kandidat terkuat bersama Kane dan Lamine Yamal. Namun hasil akhir berkata lain: Kane naik podium juara, Yamal di posisi ketiga, dan Mbappe terjebak di urutan kedua untuk pertama kalinya sepanjang karier.
Kane Menang karena 73 Gol dan Tiga Trofi Bersama Bayern
Keputusan juri berpihak pada pencapaian Kane di level klub dan negara. Penyerang Bayern Munich itu mencetak 73 gol sepanjang musim lalu, membawa Bayern meraih Bundesliga, DFB-Pokal, dan Piala Super Jerman, plus mengantar Inggris finis ketiga Piala Dunia 2026.
Sebaliknya, Mbappe masih belum memberikan trofi bergengsi untuk Real Madrid sejak pindah dari Paris Saint-Germain dua tahun lalu. Padahal kontribusinya tidak main-main: 100 gol dari 116 penampilan di seluruh ajang.
Rekor Tetap Tercipta meski Trofi Belum Datang
Musim lalu tidak sepenuhnya kosong bagi Mbappe. Ia memecahkan rekor top scorer Piala Dunia dengan 22 gol, sekaligus menjadi pemain tertajam sepanjang sejarah Prancis dengan 58 gol.
Menurut Stats Foot, Mbappe juga menjadi pemain Prancis pertama yang finis di 10 besar Ballon d'Or selama sembilan tahun beruntun. Pada penampilan pertamanya di tahun 2017, ia finis ketujuh.
Posisi Terbaik Sebelumnya Baru Ketiga di 2023
Sebelum menjadi runner-up tahun ini, pencapaian terbaik Mbappe di Ballon d'Or adalah posisi ketiga pada 2023. Artinya, hasil di London Palladium Theatre menjadi torehan tertinggi sepanjang kariernya di ajang individual paling bergengsi itu.
Pertanyaannya kini sederhana: dengan konsistensi sembilan tahun di jajaran elite, kapan Mbappe benar-benar mengangkat trofi Bola Emas?