Pencarian

Pabrik Luxeed Wuhu: 584 Robot, 60 Mobil per Jam, Masuk RI 2027

Selasa, 27 Oktober 2026 • 18:17:01 WIB
Pabrik Luxeed Wuhu: 584 Robot, 60 Mobil per Jam, Masuk RI 2027
Pabrik Luxeed di Wuhu memproduksi 60 unit mobil per jam dengan dukungan 584 robot di area welding.

ACEH — Pabrik Luxeed di Wuhu, China, memproduksi 60 unit mobil per jam dengan 584 robot di area welding, hasil investasi Rp 27 triliun. Fasilitas berkapasitas 300 ribu unit per tahun itu menjadi basis produksi sebelum Luxeed masuk Indonesia pada 2027 dengan kandidat Llounge/V9 dan Stormax/RX.

Redaksi detikOto bersama sejumlah media melihat langsung aktivitas produksi di fasilitas milik anak usaha Chery Group tersebut. Area welding seluas 9,3 hektar dan area assembly 10,6 hektar menjadi dua titik utama yang diperlihatkan, dengan operasional dibagi dua shift.

Dua Shift 16 Jam, Bukan 24 Jam Penuh

Kapasitas 300 ribu unit per tahun tidak dicapai dengan mesin menyala terus-menerus. Pemandu pabrik menjelaskan operasional berjalan dua shift, masing-masing 8 jam, dengan jeda istirahat mesin di antaranya.

"Jadi masing-masing shift 8 jam. Mesin tidak menyala selama 24 jam penuh, ada istirahatnya," kata pemandu saat menjelaskan aktivitas di area welding pabrik Luxeed, belum lama ini.

Dari hitungan itu, 60 unit per jam memang bukan angka puncak teoretis, melainkan hasil rata-rata yang ditargetkan sepanjang dua shift kerja.

584 Robot di Welding: Memotong sampai Menyambung Rangka

Hampir seluruh proses di area welding dikerjakan otomatis. Robot menangani pemotongan, pembentukan, hingga penyambungan komponen logam menjadi rangka mobil.

Tugas pendukung juga tidak lepas dari mesin. Ada sekitar 584 robot pembantu yang mengangkut material dan mengantar komponen ke titik produksi.

Efeknya terlihat pada kebersihan dan kerapian area kerja. Pekerja manusia lebih banyak berperan memantau sistem dan memastikan proses berjalan sesuai standar, bukan mengangkat atau mengelas komponen secara manual.

Komposisi Pekerja: 200 di Welding, 100 di Assembly

Meski didominasi robot, pabrik tetap mempekerjakan manusia. Menurut pemandu, sekitar 200 pekerja bertugas di area welding dan 100 pekerja di area assembly.

Angka itu memperlihatkan pola yang lazim di pabrik otomotif modern: otomatisasi tinggi di lini pengelasan, sementara perakitan akhir tetap butuh tangan manusia untuk pemasangan komponen interior, kelistrikan, dan pengecekan.

Bisa Produksi Setir Kiri dan Kanan

Fasilitas Wuhu mampu memproduksi mobil dengan konfigurasi setir kiri maupun kanan. Kemampuan itu memungkinkan Luxeed memenuhi pasar domestik China sekaligus menyiapkan kendaraan ekspor.

Untuk Indonesia, konfigurasi setir kanan jelas menjadi syarat wajib. Fleksibilitas lini produksi ini yang membuat rencana ekspansi ke Tanah Air secara teknis lebih masuk akal dibanding pabrik yang hanya melayani satu konfigurasi.

Model yang Dirancang di Wuhu

Saat ini pabrik memproduksi sedan S7, SUV R7 dan RX, serta MPV V9. Luxeed juga memperkenalkan Llounge dan Stormax untuk memperluas pilihan kendaraan premium di pasar global.

  • Sedan: Luxeed S7
  • SUV: Luxeed R7 dan RX
  • MPV: Luxeed V9
  • Model baru: Llounge dan Stormax

Masuk Indonesia 2027: Llounge/V9 dan Stormax/RX

Luxeed dijadwalkan masuk Indonesia pada 2027. Dua model yang kabarnya akan dibawa adalah Llounge atau V9 dan Stormax atau RX.

Keduanya disebut telah disesuaikan dengan kebutuhan pasar Indonesia. Namun status "kabarnya" perlu digarisbawahi: belum ada pengumuman resmi soal harga, jaringan dealer, atau apakah unitnya diimpor utuh atau dirakit lokal.

Yang Perlu Diperhatikan

Investasi Rp 27 triliun dan tingkat otomatisasi setinggi ini menunjukkan keseriusan Chery Group membangun kapasitas produksi. Tapi bagi calon pembeli Indonesia, yang menentukan bukanlah jumlah robot di Wuhu.

Yang lebih relevan: siapa distributor resminya, bagaimana ketersediaan suku cadang, seberapa luas jaringan servis, dan berapa harga jual setelah bea masuk. Semua itu belum terjawab dari kunjungan pabrik ini.

Luxeed juga belum punya rekam jejak di pasar Indonesia. Masuk 2027 berarti bersaing dengan merek China lain yang sudah lebih dulu membangun kepercayaan konsumen dan jaringan purna jual.

Follow porosaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks