ACEH — Lampung Selatan dan Tanggamus di Provinsi Lampung, serta Pandeglang di Provinsi Banten, menjadi wilayah yang paling terdampak aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyatakan pemantauan terus dilakukan bersama pemerintah daerah dan kementerian terkait.
"Dalam hal ini termasuk Kementerian Kesehatan yang mengimbau masyarakat memperhatikan kondisi kesehatan, terutama pada saluran pernapasan, mata, dan kulit," kata Berton dalam keterangan yang dikutip Senin (7/9).
Penutupan Bandara dan Gangguan Penerbangan
Dampak abu vulkanik memaksa enam bandara menutup operasionalnya hingga Minggu (6/9) pukul 13.00 WIB. Penutupan itu meliputi Bandara Soekarno-Hatta dan Budiarto di Tangerang, Pondok Cabe di Tangerang Selatan, Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur, Raden Inten II di Lampung, serta Husein Sastranegara di Bandung.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan penutupan Bandara Husein Sastranegara dilakukan setelah pengecekan kondisi wilayah bandara. Fasilitas penerbangan itu resmi ditutup pada Sabtu (6/9) pukul 12.00 WIB demi keselamatan penerbangan.
"Kementerian Perhubungan mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan. Pihak maskapai tidak memaksakan penerbangan apabila kondisi tidak memungkinkan," ujarnya.
Imbauan Kesehatan bagi Warga Terdampak
Kementerian Kesehatan telah menginstruksikan kesiapsiagaan puskesmas di daerah terdampak. Antisipasi juga dilakukan terhadap kemungkinan pengaktifan pos komando kesehatan atau Health Emergency Operation Centre (HEOC).
Warga yang beraktivitas di luar rumah disarankan mengenakan masker dan kacamata. Setelah kembali dari luar, masyarakat diminta segera membersihkan diri dan memperbanyak aktivitas di dalam rumah selama wilayahnya masih terpapar abu vulkanik.
Jika mengalami gangguan pernapasan, masyarakat diminta segera mendapatkan pelayanan kesehatan. Kementerian Perhubungan bersama BMKG akan memutakhirkan informasi sebaran abu vulkanik setiap empat jam untuk menentukan kondisi operasional penerbangan.
Transportasi Laut Masih Beroperasi Normal
Berbeda dengan sektor udara, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau belum berdampak signifikan terhadap transportasi laut. Penyeberangan melalui Selat Sunda masih dapat dilakukan, meskipun otoritas pelabuhan diminta tetap waspada dan memperbarui informasi keamanan pelayaran.
Pengguna transportasi laut diimbau memakai masker sebagai perlindungan dari paparan abu vulkanik. Pengelola pelabuhan diminta terus berkoordinasi dengan pihak terkait apabila terjadi perubahan kondisi akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.