BANDA ACEH — Kehadiran Bus Trans Koetaradja memberikan dampak nyata bagi warga Banda Aceh dan Aceh Besar dengan menghadirkan layanan transportasi massal gratis yang menghubungkan pusat perdagangan, kampus, permukiman, pelabuhan, dan bandara. Layanan ini menjadi andalan bagi pelancong, mahasiswa, pekerja, serta warga yang ingin mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi. Angkutan massal berbasis bus yang dikelola UPTD Angkutan Massal Dinas Perhubungan Aceh ini membuka akses pergerakan yang lebih mudah di pusat kota maupun kawasan sekitarnya.
Apa saja rute layanan dan siapa yang dapat memanfaatkannya?
Warga yang beraktivitas di kawasan pendidikan, pelabuhan, maupun bandara menjadi pihak yang paling diuntungkan. Jaringan Trans Koetaradja menjadikan pusat kota sebagai titik penting yang menyebar menuju berbagai destinasi utama di Darussalam, Ulee Lheue, Mata Ie, dan Bandara Sultan Iskandar Muda.
Perjalanan menuju kampus dapat menggunakan Koridor 1 yang menghubungkan Halte Keudah dengan Halte Masjid Jami' Darussalam. Sementara itu, untuk kebutuhan mobilitas ke bandara, Koridor 2A melayani rute dari Masjid Raya Baiturrahman menuju Halte Bandara SIM, dengan alternatif lain melalui Koridor 5 via Ulee Kareng.
Bagi masyarakat yang hendak menuju kawasan pesisir dan pelabuhan, Koridor 2B menghubungkan Halte Barata dengan Pelabuhan Ulee Lheue. Sementara Koridor 3A dan 3B melayani tujuan ke Mata Ie dengan lintasan yang berbeda dan perlu diperhatikan sebelum menaiki bus.
Kapan perluasan rute terbaru mulai berlaku?
Dampak perluasan jangkauan layanan mulai terasa pada 2025 ketika Dishub Aceh menambahkan tiga rute baru yang dioperasikan mulai 25 Februari 2025, yaitu Darussalam–Pasar Lam Ateuk, Pusat Kota–Lampaseh–Lambung, dan Keudah–Pasar Al Mahirah. Pada September 2025, jaringan kembali diperluas melalui feeder Simpang Mesra–Kajhu yang membuka akses ke kawasan Baitussalam dan Kajhu di Aceh Besar.
Informasi resmi pada 2025 menyatakan layanan ini masih gratis karena mendapat subsidi penuh dari Pemerintah Aceh. Layanan beroperasi pada rentang sekitar pukul 06.00–18.00 WIB, namun waktu aktual dapat berubah dan sebaiknya dicek secara digital sebelum berangkat.
Bagaimana cara naik dan memantau posisi bus?
Untuk memulai perjalanan, penumpang perlu menunggu di halte yang sesuai dengan arah tujuan. Pastikan tulisan tujuan pada bus sesuai, dahulukan penumpang yang turun, dan masuk secara tertib sambil menjaga barang bawaan. Saat mendekati tujuan, penumpang dapat mengikuti mekanisme pemberhentian sesuai fasilitas bus.
Pemerintah Aceh memperkenalkan aplikasi Trans Koetaradja pada Mei 2025 yang memungkinkan warga melihat posisi bus secara langsung dan mencari halte terdekat. Situs resmi layanan juga menyediakan informasi koridor. Langkah aman yang disarankan adalah menentukan tujuan akhir, mencari koridor yang melewati kawasan tersebut, memeriksa halte keberangkatan, menggunakan aplikasi untuk memantau posisi bus, dan tiba di halte beberapa menit sebelum kedatangan.
Strategi memilih rute berdasarkan kebutuhan perjalanan
Rute terbaik bukan selalu yang terpendek, melainkan yang mempertimbangkan frekuensi layanan dan lokasi tujuan. Untuk mahasiswa dan pelajar, keberangkatan lebih awal di pagi hari layak dipilih agar memiliki waktu cadangan saat terjadi kepadatan. Penumpang dengan jadwal penerbangan pagi perlu memperhitungkan waktu menuju halte, waktu tunggu, serta perjalanan menuju terminal keberangkatan.
Perjalanan wisata menuju Ulee Lheue dapat menggunakan Koridor 2B dan dipadukan dengan eksplorasi kawasan pantai di sekitarnya. Warga yang menuju Aceh Besar dapat mengandalkan feeder Simpang Mesra–Kajhu. Tips menghemat perjalanan lainnya mencakup menyimpan nama koridor (1, 2A, 2B, 3A, 3B, dan 5), menggunakan peta digital sebagai pendamping, serta memperhatikan rute perjalanan pulang karena arah sebaliknya dapat memiliki titik pemberhentian berbeda.
Apakah Trans Koetaradja melayani area di luar Banda Aceh?
Tidak. Jaringan Trans Koetaradja juga melayani sejumlah kawasan Aceh Besar, termasuk perluasan feeder menuju Kajhu.
Apakah Trans Koetaradja melayani rute bandara?
Ya. Koridor 2A menghubungkan kawasan Masjid Raya Baiturrahman dengan Bandara Sultan Iskandar Muda, sedangkan Koridor 5 juga melayani arah bandara melalui Ulee Kareng.
Bagaimana status tarif layanan saat ini?
Informasi resmi Dishub Aceh pada 2025 menyatakan Trans Koetaradja masih gratis dan disubsidi Pemerintah Aceh. Status terbaru tetap perlu diperiksa melalui kanal resmi sebelum perjalanan karena kebijakan tarif dapat berubah.