BIREUEN — Halaman MAN 3 Bireuen berubah menjadi panggung semarak sejak pagi. Sebanyak 108 siswi dari Sanggar Jeumpa Mirah menampilkan tarian kolosal Meugurangsang, mengisahkan semangat pasukan Aceh di bawah kepemimpinan Cut Nyak Dhien mempertahankan tanah rencong dari ancaman penjajahan. Gerakan tari yang gagah dan dinamis menjadi simbol perlawanan rakyat Aceh yang pantang menyerah.
Ajang ini sebenarnya telah memasuki tahun kelima, namun batal digelar pada 2025. Kepala MAN 3 Bireuen, Nur Azizah, S.Ag menjelaskan, bencana banjir dan revitalisasi gedung menjadi penyebab utama kegiatan sempat terhenti. "Kegiatan ini digelar tujuannya adalah mempererat silaturahmi, kebersamaan, dan sportivitas di antara sesama peserta serta tumbuh tunas muda yang sehat lahir batin, juga semangat dan berakhlakul karimah," ungkapnya. 10 Cabang Lomba dan Bazar Jajanan
Ketua panitia Oki Maulana, S.Pd melaporkan, Aksimasi ke-4 mengusung tema "Meukancah" dan diikuti 16 SMP/MTs di Kabupaten Bireuen. Ada sepuluh cabang perlombaan yang dipertandingkan, mulai dari akademik hingga olahraga dan seni:
- Cerdas cermat dan rangking satu - Syahril, tilawah, dan hafidz juz 30 - Vokal solo dan tari kreasi - Seumapa (pantun) - Futsal dan voli
Selain itu, panitia juga menggelar bazar aneka jajanan yang melibatkan siswa antar kelas. Pembukaan acara juga dimeriahkan dengan pembacaan puisi. "Harapan kami bagi peserta agar ikuti lomba sebaik-baiknya dan tunjukkan skill yang terbaik, juga tetap menjaga kebersihan lingkungan sekolah, serta attitude," kata Oki. Pesan Kakankemenag: Lahirkan Bibit Unggul
Dalam sambutannya, Kakankemenag Bireuen Dr H Zulkifli menegaskan bahwa Aksimasi bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan panggung besar untuk membuktikan madrasah mampu melahirkan generasi cerdas, kreatif, dan inovatif dengan tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman. Ia menyampaikan empat harapan, yakni lahirnya bibit unggul yang mengharumkan nama Bireuen di tingkat provinsi maupun nasional, semangat inovasi yang terus dipupuk menjadi budaya keilmuan berkelanjutan, ajang yang semakin besar dan berkualitas setiap tahun, serta penguatan citra madrasah sebagai rumah pendidikan pilihan utama bagi generasi Aceh yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
Kegiatan yang berlangsung di Gampong Matang Sagoe ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang dinantikan seluruh madrasah di Bireuen. Dengan antusiasme 16 sekolah peserta, Aksimasi ke-4 menjadi bukti bahwa semangat kompetisi dan kebersamaan tetap tumbuh setelah masa sulit akibat bencana.