ACEH — Masa anak usia dini sering disebut sebagai periode emas karena pertumbuhan otak dan fisik berlangsung sangat pesat. Di usia ini, anak butuh stimulasi yang sesuai tahap usianya agar perkembangan motorik, bahasa, sosial, dan emosionalnya berjalan optimal. Sayangnya, tidak semua orang tua paham cara memancing perkembangan si kecil lewat aktivitas sehari-hari.
Berangkat dari kebutuhan itu, mahasiswa Giat 16 Kesehatan Fakultas Kedokteran UNNES menggelar program BINTANG (Bina Tumbuh Kembang Anak Gemilang) di KB Pelita Harapan, Teguhan, pada 14 Juli 2026. Kegiatan ini menyasar orang tua murid dengan fokus memberi bekal pengetahuan tentang stimulasi dan pola asuh yang tepat.
Mengapa Stimulasi Tumbuh Kembang Anak Tidak Boleh Dilewatkan?
Stimulasi bukan sekadar ajak anak bermain. Ini adalah cara orang tua mendukung anak mencapai tonggak perkembangan sesuai usianya. Kegiatan sederhana seperti mengajak anak bicara, bernyanyi, atau merangkai balok ternyata punya dampak besar pada pembentukan koneksi saraf otak anak.
Program BINTANG juga sejalan dengan dua target global. Pertama, SDGs 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, dan kedua, SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Lewat edukasi ke orang tua, diharapkan perhatian pada kesehatan dan tumbuh kembang anak meningkat sejak dini.
Hasil Edukasi: Pengetahuan Orang Tua Naik Drastis
Pelaksanaan program diawali dengan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal para orang tua. Setelah itu, materi disampaikan dengan bahasa sederhana menggunakan media leaflet berisi contoh stimulasi praktis yang bisa dilakukan di rumah. Hasilnya? Evaluasi post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan lebih dari 80% pada orang tua peserta.
Artinya, orang tua yang awalnya ragu kini lebih percaya diri mengamati perkembangan anak dan tahu kapan harus memberi stimulasi baru. Yang lebih penting, stimulasi ini tidak melulu butuh alat mahal atau biaya ekstra.
Ide Stimulasi Sederhana yang Bisa Ibu Coba di Rumah
Stimulasi terbaik justru berasal dari aktivitas harian yang menyenangkan. Berikut beberapa contoh yang mudah dipraktikkan bersama anak usia dini:
- Ajak ngobrol dua arah: Meski anak belum lancar bicara, ajak ia berdialog saat mandi atau makan. Ini merangsang perkembangan bahasa dan kemampuan sosialnya.
- Bernyanyi sambil bergerak: Lagu anak dengan gerakan sederhana melatih motorik kasar sekaligus mengenalkan ritme dan kosa kata baru.
- Bermain sensori: Beri anak kesempatan merasakan tekstur berbeda, seperti pasir, air, atau adonan tepung. Aktivitas ini mendukung perkembangan motorik halus dan sensorik.
- Bacakan buku bergambar: Membacakan cerita dengan intonasi menarik membantu anak fokus, memperkaya kosa kata, dan menumbuhkan minat baca sejak dini.
Kendala di Lapangan: Tidak Semua Orang Tua Bisa Hadir
Meski berjalan lancar, program ini menghadapi tantangan. Tidak semua orang tua murid KB Pelita Harapan bisa mengikuti edukasi secara langsung karena kesibukan pekerjaan. Selain itu, sebagian anak ternyata tidak ditunggui orang tua selama di sekolah, sehingga mereka belum sempat menerima materi dan mengikuti pre-test maupun post-test.
Kendala ini menjadi pengingat bahwa keterlibatan orang tua di rumah tetap kunci utama. Sekolah bisa membantu, tapi stimulasi berkelanjutan paling efektif datang dari lingkungan keluarga.
Pola Asuh yang Tepat Dimulai dari Kebiasaan Kecil
Program BINTANG membuktikan bahwa pemahaman orang tua bisa berubah signifikan hanya dengan edukasi yang tepat sasaran. Harapannya, pengetahuan yang didapat tidak berhenti di ruang kelas, tapi diterapkan dalam rutinitas harian.
Anak yang mendapat stimulasi sesuai usia akan memiliki fondasi kuat untuk tahap perkembangan berikutnya. Jadi, ibu tidak perlu menunggu momen spesial untuk mulai. Aktivitas paling sederhana hari ini bisa menjadi investasi terbaik untuk masa depan si kecil.