Personel Satgas Jembatan Gantung Perintis Kodim 0108/Agara bersama teknisi dan warga mempercepat pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda di Desa Lawe Ger Ger, Kecamatan Ketambe, Aceh Tenggara. Pemasangan ring kawat pada struktur jembatan menjadi fokus pekerjaan yang dilakukan, Jumat (21/8/2026). Jembatan ini diharapkan menjadi akses vital bagi mobilitas warga menuju lahan pertanian, perkebunan, serta fasilitas pendidikan dan kesehatan.
KUTACANE — Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Aceh Tenggara kembali menunjukkan kemajuan. Satgas Jembatan Gantung Perintis Kodim 0108/Agara bersama teknisi dan masyarakat Desa Lawe Ger Ger tengah fokus pada pemasangan ring kawat, sebuah tahapan krusial yang menentukan kekuatan dan kestabilan konstruksi jembatan.
Pekerjaan yang berlangsung pada Jumat (21/8/2026) ini merupakan bagian dari rangkaian panjang penyelesaian Jembatan Gantung Perintis Garuda. Ketelitian menjadi kata kunci dalam proses pemasangan ring kawat, karena elemen ini berfungsi mengikat struktur agar jembatan aman digunakan masyarakat dalam jangka panjang.
Peran Vital Jembatan bagi Aktivitas Ekonomi Warga Ketambe
Keberadaan jembatan ini bukan sekadar penghubung antarwilayah. Bagi warga Desa Lawe Ger Ger dan sekitarnya, akses ini menjadi penentu kelancaran roda perekonomian. Hasil pertanian dan perkebunan yang selama ini terkendala transportasi diharapkan bisa segera dibawa ke lokasi pemasaran dengan lebih mudah.
Danposramil Ketambe, Peltu Jumadin Selian, menegaskan bahwa pembangunan ini adalah kebutuhan mendesak bagi masyarakat. “Pembangunan jembatan ini merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat. Karena itu, kami bersama warga dan teknisi terus berupaya menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan dengan sebaik mungkin. Kami berharap jembatan ini nantinya dapat digunakan dengan aman dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sinergi TNI dan Warga dalam Setiap Tahapan Pengerjaan
Proses pembangunan berlangsung dengan pembagian tugas yang jelas. Personel Satgas, teknisi, dan warga bergotong royong menyiapkan material, memasang, hingga mengikat ring kawat pada bagian struktur jembatan. Setiap titik konstruksi diperiksa untuk memastikan terpasang sesuai kebutuhan teknis.
Keterlibatan warga dalam proyek ini mendapat apresiasi. Semangat ini dinilai sebagai wujud nyata kepedulian terhadap kemajuan desa sekaligus menghidupkan kembali budaya gotong royong yang menjadi kekuatan bersama dalam pembangunan.
Dampak Jangka Panjang bagi Pendidikan dan Kesehatan
Manfaat jembatan ini tidak hanya dirasakan pada sektor ekonomi. Anak-anak sekolah dan warga yang membutuhkan akses layanan kesehatan akan merasakan kemudahan mobilitas. Konektivitas yang lebih baik antarkawasan diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Kecamatan Ketambe secara menyeluruh.
Peltu Jumadin Selian menambahkan, kehadiran personel TNI di tengah warga bertujuan memberikan motivasi. “Kami hadir untuk membantu masyarakat dalam kegiatan yang bersifat membangun. Jembatan ini nantinya akan menjadi fasilitas penting bagi warga, sehingga kami berharap seluruh proses pengerjaannya dapat berjalan lancar dan menghasilkan konstruksi yang kuat, aman, serta dapat digunakan dalam jangka panjang,” tambahnya.
Sinergi Multi-Pihak Percepat Penyelesaian Konstruksi
Keberhasilan proyek ini tidak lepas dari kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan teknisi. Kerja sama ini menjadi modal utama untuk memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana dan menghasilkan fasilitas yang benar-benar bermanfaat bagi publik.
Dengan semangat kebersamaan yang terjaga, pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda ditargetkan segera rampung. Kehadirannya diharapkan memperkuat konektivitas, memperlancar mobilitas warga, serta mendukung aktivitas ekonomi dan sosial di wilayah tersebut. Kodim 0108/Agara melalui jajaran kewilayahannya berkomitmen terus mendampingi pembangunan yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat.