LHOKSEUMAWE — Turnamen sepak bola gembira yang digelar dalam rangka memperingati Hari Damai Aceh (HDA) ke-21 dan HUT ke-81 RI di Lapangan Kuningan, Gampong Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, berlangsung penuh keakraban. Tim KPA Muara Satu sukses mengunci posisi juara pertama setelah mengalahkan dua tim lainnya dalam laga persahabatan yang digelar Sabtu (15/8/2026) tersebut.
Pertandingan yang awalnya direncanakan diikuti empat tim ini terpaksa menyisakan tiga kontestan setelah tim Polsek Muara Satu berhalangan hadir. Tim Kantor Camat Muara Satu dan Koramil 01/Muara Satu masing-masing menduduki posisi kedua dan ketiga dalam turnamen yang digagas Forum Peduli Masyarakat Muara Satu (FMP-MS) ini.
Momentum Merawat Perdamaian Aceh
Ketua Panitia sekaligus Ketua FMP-MS, Syaridin Paloh, menegaskan kegiatan ini bukan sekadar ajang olahraga. Menurutnya, sepak bola gembira menjadi medium untuk menunjukkan bahwa Aceh saat ini hidup dalam suasana aman dan damai, tanpa sekat antara TNI, Polri, masyarakat, maupun mantan kombatan.
"Ini bukan sekadar pertandingan sepak bola biasa. Ada pesan penting yang ingin kami sampaikan, bahwa kebersamaan dapat menumbuhkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan," ujar Syaridin Paloh.
Syaridin menambahkan, perdamaian yang telah terjaga selama dua dekade terakhir harus dirawat secara kolektif. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin mengganggu keamanan dan ketenteraman Aceh secara keseluruhan.
Santunan Anak Yatim hingga Doa Bersama
Selain pertandingan sepak bola, kegiatan yang mengusung tema "Bersama Menjaga Perdamaian, Memperkuat Persaudaraan, dan Membangun Aceh Maju Sejahtera dalam Keragaman NKRI" ini juga diisi dengan santunan kepada 40 anak yatim. Sebelum pertandingan dimulai, digelar doa bersama yang dipimpin Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Jami At-Taqwa Paloh, Dr. Tgk. H. Ramli Amin.
"Kegiatan ini sangat positif, karena tidak hanya menjadi momentum memperingati 21 tahun perdamaian Aceh, juga memperkuat semangat persatuan dalam menyambut HUT ke-81 RI," kata Tgk. Ramli.
Modal Investasi di Kawasan Bekas PT Arun
Di luar aspek sosial, Syaridin menilai kondisi Aceh yang aman dan kondusif menjadi modal penting untuk mendorong masuknya investasi ke daerah. Ia berharap kekompakan TNI, Polri, dan masyarakat dapat terus dipertahankan sehingga meningkatkan kepercayaan investor, khususnya untuk menggarap kawasan bekas PT Arun di Blang Lancang, Kota Lhokseumawe.
"Dengan situasi yang aman dan kondusif, kita berharap investor tertarik berinvestasi di kawasan bekas PT Arun. Kehadiran investasi tentu sangat penting untuk membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Aceh yang saat ini membutuhkan kesempatan kerja," ungkapnya.
Camat Muara Satu, Mustazir Ramli, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyambut baik inisiatif FMP-MS. Ia menilai kegiatan positif seperti ini perlu terus didukung karena mampu memperkuat hubungan antarelemen masyarakat.
"Tentunya ini untuk saling memperkuat silaturahmi antarsesama guna membangun Aceh ke depan yang lebih baik," ujar Mustazir.
Hadir dalam kegiatan tersebut Danramil 01/Muara Satu, Kapten Inf Fakhrizal, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat. Masing-masing tim pemenang mendapatkan trofi dan uang pembinaan dari panitia.