ACEH UTARA — Turnamen Piala Bupati-Wakil Bupati Aceh Utara 2026 resmi ditutup setelah laga final mempertemukan Kecamatan Kutamakmur melawan Tanah Jambo Aye. Penutupan dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi, di Krueng Mane Football Stadium, Jumat malam (14/8/2026). Kompetisi ini sempat tertunda cukup lama akibat bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah.
“Awalnya Piala Bupati dan Wakil Bupati dibuka sebelum bencana di Lapangan Simpang Mulieng. Kemudian bencana datang sehingga piala tertunda dan dilanjutkan kembali. Malam ini adalah malam terakhir. Alhamdulillah, Piala Bupati dan Wakil Bupati sukses,” ujar Tarmizi dalam sambutannya.
20 Kecamatan Bertanding, 7 Lainnya Absen
Turnamen tahun ini diikuti oleh 20 kesebelasan dari total 27 kecamatan yang ada di Kabupaten Aceh Utara. Artinya, masih ada tujuh kecamatan yang belum mengirimkan wakilnya pada ajang bergengsi antar-gampong ini. Meski begitu, antusiasme penonton dan kualitas permainan yang ditampilkan dinilai meningkat dibanding edisi sebelumnya.
Tarmizi mengapresiasi seluruh panitia, peserta, dan pihak keamanan yang telah bekerja keras menyukseskan acara ini hingga babak final. Menurutnya, kompetisi internal seperti ini adalah fondasi utama pembinaan sepak bola usia muda di daerah.
Tim Penilai Sudah Catat Potensi Pemain dari Setiap Laga
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara tidak hanya menyiapkan trofi dan hadiah. Panitia bersama Pemkab telah menerjunkan tim penilai khusus yang bertugas mengamati perkembangan setiap pemain selama turnamen berlangsung. Catatan dari tim penilai ini nantinya akan diserahkan ke Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disporaparekraf) sebagai bahan pembinaan.
“Dari 20 kecamatan yang bertanding tentunya sudah ada catatan dari tim penilai yang kita siapkan. Kita berharap adik-adik dari 27 kecamatan ini bisa dinilai dan dibina menjadi bibit sepak bola Aceh Utara ke depan,” tegasnya.
Pemkab Targetkan Lahirnya Klub Sepak Bola Kebanggaan Daerah
Salah satu target besar dari turnamen ini adalah menghidupkan kembali klub sepak bola representatif milik Aceh Utara. Selama ini, banyak pemain muda berbakat yang hanya bermain di klub-klub tarkam atau justru memilih memperkuat tim dari luar daerah karena minimnya wadah pembinaan di kampung halaman.
“Harapan kita kepada tim penilai agar memberikan laporan kepada Dispora. Bibit-bibit ini harus dibina sehingga ke depan kita memiliki klub di Aceh Utara,” kata Tarmizi. Ia menilai keberadaan klub daerah sangat penting agar potensi pemain tidak berhenti setelah kompetisi usai.
Pembinaan Berkelanjutan Kunci Cetak Atlet Profesional
Tanpa pembinaan yang berkelanjutan, bakat-bakat muda yang muncul di turnamen hanya akan menjadi kenangan musiman. Karena itu, Pemkab berkomitmen menjadikan Piala Bupati-Wakil Bupati sebagai agenda tahunan yang berkelanjutan. Kompetisi ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi lahirnya pemain profesional asal Aceh Utara yang bisa berlaga di kancah nasional.
Penutupan turnamen turut dihadiri Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil (Ayahwa), Ketua DPRK Aceh Utara Arafat Ali, Sekretaris Daerah Dayan Albar, Kadisporaparekraf Zulkifli, Ketua KONI Aceh Pon Yaya, para camat, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.