ACEH — Badan Meteorologi setempat mencatat curah hujan ekstrem mengguyur Shanghai sejak Senin malam hingga Selasa pagi. Sistem drainase kota tak mampu menampung volume air. Akibatnya, sejumlah ruas jalan utama berubah menjadi genangan setinggi betis orang dewasa.
Gangguan Transportasi dan Aktivitas Warga
Dinas transportasi Shanghai mengonfirmasi puluhan jadwal penerbangan di Bandara Internasional Pudong dan Hongqiao mengalami penundaan. Manajemen kereta api memperlambat laju kereta bawah tanah di jalur-jalur yang melintasi area terdampak demi alasan keselamatan.
Di distrik Huangpu dan Xuhui, warga melaporkan air masuk ke halaman rumah. Sebagian besar memilih bertahan di dalam rumah dan menunda aktivitas di luar ruangan hingga cuaca membaik.
Penyebab Intensitas Hujan Meningkat
Para ahli meteorologi menjelaskan Topan Dolphin menguat saat mendekati delta Sungai Yangtze. Suhu permukaan laut yang lebih hangat dari rata-rata memasok energi tambahan bagi siklon tropis ini. Hal itu memperbesar potensi hujan lebat yang dibawanya.
Pemerintah kota telah mengerahkan tim tanggap darurat untuk memompa genangan air di titik-titik kritis. Pompa portabel dan alat berat dikerahkan ke sejumlah lokasi sejak pagi hari.
Status Siaga dan Imbauan Resmi
Otoritas setempat masih mempertahankan status siaga banjir level kuning untuk wilayah Shanghai. Warga diimbau tidak memaksakan diri melintasi jalan yang tergenang dan memantau informasi resmi melalui kanal pemerintah.
Belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan bangunan permanen akibat banjir ini. Namun, pihak berwenang mengingatkan potensi tanah longsor di wilayah perbukitan sekitar Shanghai jika hujan terus berlanjut dalam 24 jam ke depan.
Topan Dolphin diperkirakan bergerak ke arah timur laut dan menjauhi Shanghai pada Rabu (12/8/2026) dini hari. Meski demikian, sisa awan tebal masih berpotensi menyelimuti langit kota dan menyebabkan hujan ringan hingga esok hari.