Pencarian

94 Tim dari 9 Kecamatan Bertanding di Festival Peh Karah Nagan Raya, Bupati Sebut Kue Tradisional Itu Identitas Budaya

Selasa, 21 Juli 2026 • 12:33:31 WIB
94 Tim dari 9 Kecamatan Bertanding di Festival Peh Karah Nagan Raya, Bupati Sebut Kue Tradisional Itu Identitas Budaya
Ratusan warga memadati Alun-Alun Suka Makmue untuk menyaksikan Festival Peh Karah Nagan Raya, Selasa (21/7/2026).

SUKA MAKMUE — Alun-Alun Kompleks Perkantoran Suka Makmue berubah menjadi panggung gastronomi pada Selasa (21/7/2026). Ratusan warga dari sembilan kecamatan di Kabupaten Nagan Raya turun tangan mengikuti Festival Peh Karah, ajang tahunan yang menyandingkan keterampilan memasak dengan semangat pelestarian budaya.

Kue Karah: Antara Gurih di Lidah dan Identitas Daerah

Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan yang akrab disapa TRK, menegaskan bahwa festival ini lebih dari sekadar perayaan ulang tahun daerah. “Kuliner tradisional bukan sekadar makanan yang mengenyangkan. Ia adalah identitas, sejarah, dan napas budaya yang harus kita pelihara, lalu wariskan utuh kepada generasi mendatang,” ujarnya di hadapan awak media.

Menurut TRK, kue karah menempati posisi istimewa di hati masyarakat Nagan Raya. Gurih di lidah dan selalu menjadi pilihan utama di berbagai acara penting hingga kebutuhan sehari-hari, kue ini dinilai memiliki potensi besar untuk dikenal secara nasional dan internasional.

Lomba yang Merangkum 94 Tim dari Seluruh Kecamatan

Sebanyak 188 peserta yang terbagi dalam 94 tim dari sembilan kecamatan se-Kabupaten Nagan Raya ambil bagian dalam festival ini. Mereka tidak hanya berlomba menyajikan kelezatan kue karah, tetapi juga memperagakan keahlian tangan dan rahasia bumbu turun-temurun yang menjadi ciri khas masing-masing daerah.

Kehadiran peserta dari berbagai penjuru kecamatan menjadi bukti bahwa kecintaan terhadap warisan kuliner lokal masih sangat kuat. Lewat festival ini, mereka berjuang menjaga agar kelezatan kue karah tetap abadi, menjadi cerminan kebanggaan yang tak ternilai dari ujung tanah Aceh.

Edukasi dan Promosi: Target Ekonomi Kreatif dari Dinas Pariwisata

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Nagan Raya, Teuku Barliansyah, menegaskan bahwa ajang ini memiliki makna lebih dari sekadar perlombaan. “Festival Peh Karah adalah ruang edukasi sekaligus panggung promosi budaya. Kami ingin memastikan seni membuat kue karah tak hilang ditelan zaman, bisa diwariskan dengan benar, sekaligus tumbuh menjadi produk bernilai ekonomi tinggi yang mampu menarik kunjungan wisatawan,” jelasnya.

Dengan kekayaan rempah dan cita rasa yang dimiliki Nagan Raya, festival ini diharapkan menjadi titik tolak pelestarian yang lebih kuat. Bupati TRK menambahkan, momen ini sekaligus membuka mata dunia akan kekayaan gastronomi yang dimiliki tanah ini.

Bagikan
Sumber: waspadaaceh.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks