ACEH BESAR — Antusiasme anak-anak Gampong Kayee Adang terlihat saat mahasiswa KKN USK menggelar sesi membaca nyaring pada 17 Juli lalu. Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi selama satu bulan yang dirancang khusus untuk menumbuhkan kebiasaan membaca dan berpikir kritis.
Membaca Nyaring dan Mengulas Cerita Jadi Andalan
Metode membaca nyaring dipilih karena dinilai efektif untuk menarik perhatian anak. Dalam sesi tersebut, mahasiswa membacakan cerita dengan suara lantang, jelas, dan ekspresif, lalu mengajak anak-anak mengulas isi cerita yang telah dibacakan.
“Kami ingin anak-anak tidak sekadar mendengar, tapi juga mampu memahami alur cerita dan mengekspresikan pendapat mereka,” ujar Dony Rizky Hidayat, ketua kelompok KKN dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam USK.
Lanjut ke Menulis Cerita Berdasarkan Gambar
Sehari setelah sesi membaca, pada 18 Juli, mahasiswa menggelar kegiatan menulis cerita. Anak-anak diberikan gambar sebagai pemicu imajinasi, lalu diminta mengembangkan cerita berdasarkan gambar tersebut.
Kegiatan ini bertujuan melatih keterampilan menulis dan mengembangkan imajinasi anak. Mahasiswa berharap metode ini bisa membantu anak-anak mengekspresikan ide mereka secara tertulis dengan lebih percaya diri.
10 Mahasiswa dari 6 Fakultas Berbeda
Kelompok 7 KKN Tematik Literasi ini terdiri dari 10 mahasiswa yang berasal dari lintas fakultas. Mereka adalah Agrita Salva Mahfuza dan Annisa Yassmin (Farmasi/MIPA), Dhafira Agustiya (Ilmu Hukum), Febrina (Manajemen/Ekonomi dan Bisnis), Firadia Annisa Zikrina (Bimbingan dan Konseling/KIP), Isabelini Gajah (Teknik Kimia), Raisa Khaira Hidayat (Psikologi/Kedokteran), Syifaul Qalbi (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia/KIP), serta Zahra Salsabila (Pendidikan Ekonomi/KIP).
Target: Anak Mampu Berpikir Kritis di Kehidupan Nyata
Program literasi ini tidak hanya berhenti pada kemampuan membaca dan menulis. Dony menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan dirancang untuk membantu anak-anak mengembangkan kemampuan berpikir kritis yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin mereka mampu memahami isi cerita, lalu menghubungkannya dengan pengalaman nyata. Itu bekal penting untuk masa depan mereka,” tambahnya.
Hingga pertengahan masa KKN, respons anak-anak Gampong Kayee Adang dinilai sangat positif. Mereka aktif berpartisipasi di setiap sesi, dari membaca nyaring hingga proyek buku yang direncanakan pada pekan-pekan berikutnya.