SUBULUSSALAM — Surat resmi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) menempatkan Kota Subulussalam sebagai peringkat pertama nasional untuk pembukaan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) tahun 2026. Kabar ini diterima di tengah kesibukan Wali Kota Haji Rasyid Bancin (HRB) yang tengah menjalani agenda di Banda Aceh dan Jakarta.
Dalam rapat persiapan bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah di Jakarta, HRB mengonfirmasi bahwa daerahnya dinilai unggul dalam indikator kesiapan lahan, infrastruktur, dan dokumen pendukung. “Ini merupakan kabar yang sangat menggembirakan bagi seluruh masyarakat Kota Subulussalam,” kata HRB dalam siaran pers yang diterima portalsatu.com, Jumat (17/7/2026).
SNT: Model Pendidikan Terpadu untuk Generasi Emas
Program SNT dirancang sebagai sekolah yang mengintegrasikan jenjang pendidikan dasar hingga menengah dalam satu sistem. Kurikulumnya menitikberatkan pada penguatan karakter, pembelajaran berbasis riset, penguasaan teknologi, dan literasi digital. “Jika SNT resmi dibuka di daerah kita, maka anak-anak Subulussalam akan memperoleh akses pendidikan berkualitas tanpa harus meninggalkan kampung halaman,” ujar HRB.
Pemerintah pusat menargetkan SNT sebagai salah satu program strategis nasional untuk menyiapkan Generasi Emas Indonesia. Subulussalam bersaing dengan 13 daerah lain yang juga diusulkan, namun berhasil menempati posisi teratas.
Lobi Berlapis: Dari Banda Aceh ke Jakarta
Sebelum kabar ini diumumkan, HRB menjalani rangkaian agenda yang padat. Di Banda Aceh, ia menyuarakan aspirasi ribuan petani sawit, lalu melanjutkan langkah ke Universitas Syiah Kuala (USK). Dalam pertemuan dengan pimpinan USK, ia membahas perluasan akses bagi putra-putri Subulussalam untuk kuliah di kampus bergengsi tersebut.
“Anak-anak Subulussalam harus memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan terbaik. Kelak mereka akan kembali membawa ilmu, pengalaman, dan semangat untuk membangun kampung halamannya sendiri,” kata HRB.
Dari Banda Aceh, ia langsung terbang ke Jakarta untuk menghadiri rapat persiapan SNT. Langkah ini menunjukkan bahwa pembangunan SDM menjadi prioritas di luar urusan ekonomi daerah.
Capaian Pendidikan Sebelumnya: Sekolah Rakyat Rintisan
Keberhasilan meraih peringkat pertama SNT melengkapi capaian Pemkot Subulussalam di sektor pendidikan. Sebelumnya, daerah ini juga berhasil memperjuangkan Program Sekolah Rakyat Rintisan serta pembangunan Sekolah Rakyat Permanen. Kedua program itu dirancang untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
HRB menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak akan berhasil tanpa investasi besar pada kualitas manusianya. “Pendidikan merupakan jalan paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang,” ujarnya.
Tindak Lanjut: Penyiapan Lahan dan Infrastruktur
Pemkot Subulussalam kini fokus menyiapkan kebutuhan teknis agar program SNT berjalan sesuai rencana. Mulai dari penyediaan lahan, pembangunan sarana dan prasarana pendukung, koordinasi lintas kementerian, hingga sosialisasi kepada masyarakat akan terus dipercepat.
HRB menyebut keberhasilan ini bukan hanya milik pemerintah daerah, melainkan menjadi harapan baru bagi seluruh warga Subulussalam. “Kami akan terus bekerja keras menyiapkan seluruh kebutuhan agar pelaksanaan program berjalan sesuai rencana,” pungkasnya.