TAPAKTUAN — Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera memastikan seluruh titik api di lokasi karhutla Aceh Selatan telah berhasil diatasi. Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan operasi pemadaman berlangsung selama 10 hari kerja sejak kebakaran pertama terdeteksi pada Senin (6/7/2026).
Luas Lahan Terbakar Capai 28 Hektare
Kebakaran pertama kali terdeteksi dengan luas lahan terbakar sekitar 20 hektare. Namun, kobaran api meluas hingga mencapai sekitar 28 hektare sebelum akhirnya berhasil dikendalikan oleh tim gabungan.
Vegetasi lahan yang terbakar terdiri dari anakan kayu, semak belukar, tanaman pakis, dan sawit. Lahan tersebut berada di kawasan HGU dan konservasi dengan karakteristik gambut yang membuat api lebih sulit dipadamkan.
Kolaborasi Pemadaman dan Kendala di Lapangan
Pemadaman dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak, melibatkan tim Manggala Agni, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, serta perusahaan perkebunan di sekitar area kebakaran. Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera mengerahkan satu regu Manggala Agni dari Daops Sumatera I/Sibolangit untuk membantu proses pemadaman.
Ferdian menjelaskan, proses penanganan menghadapi sejumlah kendala, terutama terbatasnya sumber air di sekitar lokasi kebakaran. Titik api terus bergerak menjauh dari sumber air, sementara kanal di sekitar lokasi sempat mengering.
“Karakteristik lahan gambut membuat api lebih sulit dipadamkan. Kondisi semakin menantang karena titik api terus bergerak menjauh dari sumber air, sementara kanal di sekitar lokasi sempat mengering,” kata Ferdian Krisnanto, Kamis (16/7/2026).
Penyisiran Pulau-Pulau Api hingga Demobilisasi
Untuk mendukung operasi pemadaman, tim sempat merencanakan pembangunan embung menggunakan alat berat sebagai penampungan air alternatif. Pada tahap akhir operasi, kebakaran hanya menyisakan asap dengan titik-titik api yang terpisah atau dikenal sebagai pulau-pulau api.
Kondisi tersebut mengharuskan petugas melakukan penyisiran secara cermat agar tidak ada bara api yang tersisa dan berpotensi memicu kebakaran kembali. Setelah seluruh titik api dipastikan padam, tim Manggala Agni melakukan demobilisasi.
“Kini, kondisi karhutla padam total. Selanjutnya tim Manggala Agni demobilisasi, melaksanakan pergantian tugas dan personel baru yang melaksanakan pemadaman karhutla di Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh,” kata Ferdian Krisnanto.