Pencarian

G7 Sepakat Perkuat Dukungan Militer untuk Ukraina, Trump Desak Rusia Segera Berunding

Rabu, 17 Juni 2026 • 03:56:01 WIB
G7 Sepakat Perkuat Dukungan Militer untuk Ukraina, Trump Desak Rusia Segera Berunding
Pemimpin G7 sepakat memperkuat dukungan militer untuk Ukraina dalam KTT hari kedua.

ACEH — Kesepakatan itu dicapai dalam sesi kerja khusus yang membahas konflik Rusia-Ukraina pada hari kedua KTT G7. Pemerintah Jepang, melalui Perdana Menteri Sanae Takaichi, menyatakan G7 akan terus bekerja sama mewujudkan “perdamaian yang adil dan langgeng” di Ukraina. Takaichi menekankan pentingnya menjaga persatuan G7 untuk mendorong Rusia mengambil tindakan positif.

Trump Dorong Negosiasi, Zelenskyy Minta Pertahanan Udara

Presiden AS Donald Trump mendesak Moskow segera berunding. “Rusia harus membuat kesepakatan. Rusia telah kehilangan sangat banyak orang, begitu juga Ukraina,” kata Trump kepada wartawan. Ia mengaku akan bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada hari yang sama untuk membahas langkah konkret penghentian perang.

Zelenskyy, yang hadir dalam sesi kerja G7, menulis di media sosial bahwa prioritas utama pertemuannya adalah memperkuat pertahanan udara Ukraina dan mendorong jalur diplomasi. “Perdamaian dibutuhkan,” tulisnya. Kyiv disebut kini memperkuat posisinya di medan perang dengan bekerja lebih erat bersama negara-negara Eropa dibandingkan Amerika Serikat.

Kekhawatiran atas Kerja Sama Militer Rusia-Korut-China

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyampaikan kekhawatiran serius atas kerja sama militer Rusia dengan Korea Utara serta hubungan militer Rusia dan China yang makin dalam. Ia menegaskan upaya mengubah status quo secara sepihak dengan kekuatan tidak boleh ditoleransi. Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa G7 tidak hanya fokus pada bantuan militer, tetapi juga merespons perluasan aliansi Rusia di kawasan Indo-Pasifik.

Sebelum Ukraina, G7 Bahas Gencatan Senjata Iran

Sebelum membahas Ukraina, para pemimpin G7 lebih dulu membicarakan upaya mengakhiri perang hampir empat bulan dengan Iran dalam jamuan makan malam kerja pada Senin malam. Agenda Timur Tengah dan reformasi pembiayaan pembangunan internasional juga masuk dalam hari kedua KTT. Prancis sebagai pemegang presidensi G7 tahun ini mengundang pemimpin dari Brasil, Mesir, India, Qatar, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab untuk bergabung dalam sesi terkait.

Dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, Trump mengatakan akan meningkatkan upaya mengakhiri perang yang dimulai sejak invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina. “Sekarang setelah ini selesai, kami akan berfokus pada itu, melihat apakah kami bisa menyelesaikannya,” kata Trump, merujuk pada perang di Iran dan Ukraina.

Reformasi Pembiayaan Pembangunan: Mencari Kemitraan Baru

Para pemimpin G7 bersama negara mitra undangan juga membahas reformasi pembiayaan pembangunan internasional. Prancis mendorong G7 mencari bentuk kemitraan baru karena bantuan pembangunan resmi tradisional dinilai makin tidak cukup memenuhi kebutuhan negara-negara miskin. Seorang pejabat senior AS mengatakan Trump ingin mengarahkan pembahasan pada kemitraan investasi yang saling menguntungkan bagi negara investor dan negara penerima. Reformasi ini diharapkan menciptakan model pendanaan baru melalui investasi dan kemitraan, bukan sekadar hibah.

Bagikan
Sumber: voi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks