ACEH — Pemerintah melalui Kementerian ESDM terus memantau realisasi pasokan batu bara untuk pembangkit listrik milik PLN. Pasalnya, meski kebutuhan tahunan perusahaan listrik pelat merah itu mencapai 154 juta metrik ton, kontrak yang sudah diamankan baru sekitar 134 juta ton.
“Total kebutuhan PLN per tahun sebesar 154 juta metrik ton. Dari jumlah itu, pemerintah telah memberikan penugasan kepada perusahaan-perusahaan batu bara sekitar 190 juta ton,” ujar Bahlil dalam keterangan resmi, Kamis (18/6).
Kontrak Baru 87 Persen dari Total Kebutuhan
Dari total penugasan yang diberikan, perusahaan tambang telah memberikan konfirmasi pasokan sekitar 150 juta hingga 160 juta ton. Namun, realisasi yang sudah tertuang dalam kontrak baru mencapai 134 juta ton.
Artinya, dari kebutuhan 154 juta ton, volume yang belum dikontrakkan tinggal sekitar 20 juta ton. “Dari total kebutuhan PLN 154 juta ton, yang sudah dikontrak sebesar 134 juta ton. Artinya tinggal sekitar 20 juta ton lagi yang belum dikontrakkan,” kata Bahlil.
Capaian kontrak sebesar 134 juta ton itu setara dengan 87 persen dari total kebutuhan tahunan PLN. Meski sebagian besar sudah diamankan, pemerintah tetap waspada terhadap potensi gangguan pasokan yang bisa memengaruhi operasional pembangkit listrik.
Mengantisipasi Gangguan Pasokan
Kementerian ESDM menyatakan akan terus melakukan pemantauan ketat terhadap proses kontrak dan realisasi pengiriman batu bara ke PLN. Langkah ini penting untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional.
“Kami pastikan seluruh kebutuhan energi primer PLN dapat terpenuhi tepat waktu,” tegas Bahlil.
Pemerintah juga mengantisipasi potensi gangguan pasokan yang bisa memicu pemadaman atau penurunan daya listrik di sejumlah wilayah. Dengan sisa 20 juta ton yang belum terkontrak, pemerintah masih memiliki ruang untuk mengejar kekurangan tersebut melalui perusahaan-perusahaan yang sudah mendapat penugasan.
Sebagai informasi, batu bara masih menjadi sumber energi utama bagi pembangkit listrik PLN. Ketersediaan pasokan yang stabil menjadi faktor krusial dalam menjaga pasokan listrik ke rumah tangga, industri, dan bisnis di seluruh Indonesia.