LHOKSEUMAWE — UIN Sultanah Nahrasiyah (Suna) Lhokseumawe menerapkan kebijakan afirmatif bagi penghafal Al-Qur’an. Mahasiswa yang telah menyelesaikan hafalan 30 juz tidak dikenakan Uang Kuliah Tunggal (UKT) alias kuliah gratis.
“Khusus mahasiswa yang hafal 30 juz Al-Qur’an, biaya kuliahnya digratiskan atau tidak perlu membayar UKT. Kebijakan ini juga berlaku bagi mahasiswa yang memiliki prestasi nonakademik lainnya,” kata Rektor Prof. Dr. Danial, M.Ag., dalam keterangannya.
Mayoritas Mahasiswa Ilmu Al-Qur’an Sudah Hafal 10–30 Juz
Menurut Prof. Danial, denyut Al-Qur’an sangat terasa di kampus tersebut. Sebagian besar mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir telah mencapai hafalan 10, 20, hingga 30 juz. Kebijakan ini merupakan bentuk penghormatan nyata kepada mahasiswa berprestasi sekaligus upaya melahirkan generasi qurani yang unggul secara akademik dan moral.
KPM Internasional: dari Malaysia ke Thailand
UIN Suna juga memperluas jangkauan pengabdian mahasiswa ke luar negeri. Setelah sukses mengirim mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Internasional ke Malaysia pada 2025, tahun ini kampus menargetkan Thailand sebagai lokasi baru.
Langkah itu diperkuat melalui kerja sama dengan Yayasan Dakwah Islamiah Malaysia (YADIM) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (MoA) untuk program KPM dan magang.
“Tahun ini kita ingin memperluas khazanah keilmuan mahasiswa ke Thailand. Selain meningkatkan wawasan dan pengalaman internasional, program ini juga menjadi sarana mempromosikan kampus di tingkat global,” tutur Danial.
Bisa Baca Al-Qur’an Jadi Syarat Mutlak Lulus
Kampus yang mengusung identitas “Kampus Peradaban” ini juga memperkuat Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) di setiap fakultas. Program tahsin Al-Qur’an rutin digelar setiap Jumat di Fakultas Tarbiyah.
UIN Suna menetapkan syarat kelulusan yang ketat: setiap mahasiswa wajib lulus tes mengaji sebelum melangkah ke sidang skripsi. “Jika belum memenuhi syarat, belum bisa dinyatakan lulus sidang. Ini standar minimal agar lulusan memiliki bekal ilmu agama yang kuat sebagai ciri khas kampus peradaban,” tegas Danial.
Melalui perpaduan ilmu dunia dan akhirat, Prof. Danial berharap alumni UIN Suna tumbuh menjadi pribadi mandiri, humanis, dan bermanfaat bagi masyarakat luas. “Kami berharap mahasiswa dapat menjadi pribadi yang sukses, baik sebagai pendidik, wirausahawan maupun di bidang lainnya dengan tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman,” pungkasnya.