Pencarian

Petani Bekasi Gigih Giling Gabah di Tengah Rupiah Loyo, Ketahanan Pangan Nasional Tetap Terjaga

Senin, 08 Juni 2026 • 19:16:01 WIB
Petani Bekasi Gigih Giling Gabah di Tengah Rupiah Loyo, Ketahanan Pangan Nasional Tetap Terjaga
Petani Bekasi tetap menggiling gabah di tengah tekanan nilai tukar rupiah demi menjaga pasokan beras.

ACEH — Puluhan petani di kawasan Bekasi, Jawa Barat, tetap memacu mesin penggiling padi mereka di tengah pelemahan nilai tukar rupiah yang membebani sejumlah sektor usaha. Meskipun biaya operasional seperti bahan bakar dan pupuk ikut tertekan, mereka memilih untuk terus berproduksi demi menjaga pasokan beras ke pasar.

Aktivitas Giling Panen Tak Surut Meski Ekonomi Tertekan

Berdasarkan pantauan di lapangan, para petani masih setia mengolah gabah kering panen menjadi beras siap jual. Mereka tak ambil pusing dengan fluktuasi kurs yang terjadi di pasar keuangan, karena prioritas utama adalah memastikan hasil bumi tidak membusuk.

"Yang penting gabah kering siap jual, harga beras di pasar masih lumayan," ujar salah satu petani setempat. Ia menambahkan bahwa permintaan beras dari pedagang dan konsumen rumah tangga tetap stabil, sehingga mereka tak perlu mengurangi kapasitas produksi.

Pertanian Jadi Bantalan Saat Rupiah Terpukul

Sektor pertanian, khususnya tanaman pangan, memang kerap menjadi penyangga ketika sektor lain goyah akibat tekanan nilai tukar. Di Bekasi, lahan sawah yang masih produktif menjadi andalan bagi ratusan kepala keluarga yang menggantungkan hidup dari bertani. Mereka mengaku lebih memilih fokus pada hasil panen daripada berspekulasi terhadap pergerakan rupiah.

"Petani kami justru kerja ekstra. Ini soal perut, bukan soal kurs," kata seorang tokoh petani di Bekasi. Aktivitas menggiling padi terus berlangsung dari pagi hingga sore hari, menandakan bahwa sektor riil masih bergerak wajar meskipun kondisi ekonomi makro sedang tidak menentu.

Ketahanan Pangan Nasional Tetap Terjaga

Dengan terus beroperasinya penggilingan padi di Bekasi, pasokan beras ke Jakarta dan sekitarnya dapat dipenuhi tanpa gangguan berarti. Pemerintah daerah pun memastikan bahwa stok beras di wilayah tersebut aman untuk beberapa pekan ke depan. Hal ini menjadi kabar baik di tengah kekhawatiran melambungnya harga pangan akibat impor yang lebih mahal karena rupiah melemah.

Para petani berharap harga gabah tetap berada di tingkat yang menguntungkan, sehingga mereka bisa menutup biaya produksi yang cenderung naik. Jika kondisi ini bertahan, sektor pertanian di Bekasi diprediksi akan tetap menjadi tulang punggung ekonomi warga setempat, sekaligus penopang ketahanan pangan nasional.

Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks